Takut Sanksi, Puluhan Pejabat Ikut Gotong Royong

GOTONG ROYONG : Wali Kota Palembang Harnojoyo pimpin gotong royong di Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Ahad (19/3). Foto/Ria

 

Palembang – Takut kena sanksi, puluhan pejabat satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang hadiri acara gotong royong di Jalan Semangka IV, Lorong Usaha, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang, Ahad (19/3).

Para pejabat tersebut antara lain, tampak Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda, Sekretaris Daerah Harobin Mustofa, Camat IB II A Halim Machmud.

Pantauan koran kito menunjukkan, satu persatu pejabat itu saling bahu membahu membersihkan saluran drainase sepanjang lebih kurang 300 meter yang tersumbat rumput liar yang menjadi penyebab timbulnya genangan air di wilayah setempat.

Terlihat pula beberapa pejabat melakukan swafoto menggunakan telepon seluler sebagai bukti tengah berada dilokasi yang dipilih untuk gotong royong.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, seluruh pejabat hadir pada gotong royong kali ini, tidak seperti gotong royong pekan lalu masih ditemukan ada pejabat yang absen. “Alhamdulillah kegiatan gotong royong kembali ramai, memang ada satu pejabat yang tidak hadir karena ada acara keluarga menikahkan anaknya itu sangat kita maklumi, ” kata Harnojoyo.

Gotong royong, kata orang nomor satu di Kota Palembang ini tidak selalu identik dengan menyeburkan diri kedalam sungai untuk mengangut sampah akan tetapi kehadiran pejabat sudah bisa menjadi motivasi warga. “Warga sudah sangat termotivasi kalau banyak yang hadir dalam gotong royong,” katanya.

Ditegaskan Harnojoyo, gotong royong sudah menjadi bagian dari kegiatan Pemkot Palembang dan menjadi program rutin tiap Minggu pagi. “Ini adalah program rutin kita,” katanya.

Hasil gotong royong, keluhan warga yang selama ini tergenang banjir dapat diatasi setelah mengembalikan fungis drainase yang selama ini hilang akibat tertimbun tanah dan rumput liar. “Adanya genangan air di 30 Ilir sudah dapat solusi yang terbaik dan sudah kembali berfungsi setelah dilakukan gotong royong. Kalau kemarin drainasenya hilang kini sudah dikembalikan fungsinya,” jelas Harno. korankito.com/ria/sym