Cekcok, Jefri Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Pinggir Jalan

Jenazah Jefri ditemukan petugas di pinggir jalan.foto/deny

Palembang- Jefri (31), ditemukan tewas bersimbah darah di pinggir Jalan Letkol Iskandar, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, Sabtu (18/3) sekitar pukul 20.00.
Belum diketahui motif di balik terbunuhnya korban. Hanya saja, berdasarkan data yang dihimpun, sebelum lelaki berambut gondrong ini ditemukan tewas, korban sempat terlihat cekcok mulut dengan sekelompok orang.
“Saya melihat dia lari dan dikejar oleh sekelompok orang. Tetapi, saya tidak tahu siapa lawannya itu. Nah, pas sampai disini (TKP_red), korban langsung ditikam oleh pelaku,” jelas seorang warga berinisial ED.
Diakui ED, saat perkelahian korban dengan pelaku ia tidak berani mendekat karena takut menjadi sasaran oleh kawanan pelaku. “Saya hanya melihat dari jauh, tidak berani dekat,” imbuhnya.
Sementara itu, bibi korban, Yuli Utari (50) mengantakan, ia terakhir bertemu dengan korban sekitar pukul 15.00. “Tadi sore langsung bertemu, dia sempat makan dan minum, serta tinggal di rumah saya,” ujarnya.
Menurut Yuli, saat itu korban juga terlihat seperti biasa dan tak ada tanda-tanda orang yang sedang bermasalah. “Biasanya kalau ada masalah dia ini cerita. Tapi pas sore tadi tidak ada cerita apa-apa. Dia biasa saja,” jelasnya.
“Tadi ada yang menelepon saya dan mengabarkan bahwa Jefri tewas dikeroyok. Ketika tadi dilihat, ternyata memang benar. Namun saya tidak tahu siapa yang menelepon karena tidak ada namanya,” imbuhnya.
Kejadian itu langsung dilaporkan warga ke anggota lalu lintas yang tak jauh dari lokasi dan diteruskan ke Unit Identifikasi dan SPKT Polresta Palembang serta Polsek Ilir Barat 1.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Handoko Sanjaya mengatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut, sedangkan jenazah korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel untuk divisum.
“Kita belum bisa memastikan motif kejadian ini. Masih kita selidiki. Saat ini jasad korban kita bawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum,” pungkasnya.korankito.com/denny/drsd