Tolong Anak, Rina Tewas Terseret Arus Sungai

Petugas dan polisi dibantu warga terus mencari Irfan, bocah yang hilang terseret arus sungai.foto/dhia

Lubuklinggau-Korban tewas terseret arus saluran pembuangan air, Rina (34), warga Gang Bambu, RT01, Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Jumat (17/3), ditemukan tim Tagana yang dibantu warga. Rina ditemukan setelah petugas selama sehari melakukan penyisiran di Sungai Kelingi.

Rina yang merupakan guru honor SDN 34 Petanang ditemukan tewas dengan posisi terlentang setelah terseret arus air dari tempat kejadian perkara (TKP) sejauh 200 meter hingga kealiran sungai Kelingi. Tim Tagana beserta warga menemukan korban di bawah jembatan Batu Urip.

“Ditemukan di bawah Jembatan Batu Urip. Rina, guru honor di SD 34 Petanang dalam keadaan sudah meninggal posisi terapung di pinggir,” kata Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Utara AKP Diaz.

Proses penyisiran di aliran Sungai Kelingi masih terus berjalan guna mencari Irfan (5), korban lainnya yang juga anak bungsu rina. Sebagaimana diketahui, almarhumah saat kejadian berusaha menolong Irfan yang terpeleset ke siring. Namun almarhumah ikut terseret bersama dengan anaknya itu.

Tim Tagana dan polisi dibantu warga terus menyisir sungai hingga berjarak satu kilometer dari lokasi kejadian untuk mencari Irfan.

“Kejadian itu bermula dari Irfan (5) dan Adel (9) yang keduanya merupakan anak almarhumah. Kamis sore sekitar pukul 18.00 WIB, saat itu turun hujan deras, keduanya tengah bermain di pinggir siring,” jelas Diaz.

“Irfan tergelincir masuk siring dan hanyut. Lantas ditolong oleh ayuknya (Adel-red). Namun saat itu justru ikut teseret arus siring. Ayuknya dapat ditolong warga, sehingga terselamatkan,” ujarnya.

Sedangkan Irfan masih terbawa arus hingga jauh. Tahu kejadian yang dialami anak bungsunya, Rina yang saat kejadian tengah berada di rumah langsung keluar dan menuju ke siring tempat kejadian.

“Ibunya tahu, ibunya ngejar Irfan di siring. Waktu hendak membantu anaknya yang tergelincir, ibunya ikut tergelincir masuk siring juga,” jelasnya.

Setelah kejadian tersebut, petugas dibantu warga sekitar sempat melakukan pencarian sekitar lokasi. Namun Kamis malam sekitar pukul 23.00, pencarian dan penyisiran dihentikan sementara mengingat kondisi debit air sungai Kelingi saat itu tengah tinggi dan arus airnya deras. “Ibunya sudah ketemu, tinggal lagi masih mencari anaknya yakni Irfan,” ungkapnya.

Suami Rina, Aji didampingi Adel terlihat terpukul atas hilangnya istri serta ibu tercintanya tersebut. Itu terlihat ketika proses pelepasan jenazah dari rumah duka untuk dibawa ke masjid.

Sekretaris Dinas Sosial Lubuklinggau Indra Syafei menjelaskan, pihaknya terus melakukan penyisiran di lokasi aliran sungai guna mencari satu korban lagi.

Indra mengaku, proses pencarian sudah berjalan sejak Kamis. Namun pada malam harinya proses pencarian sempat dihentikan sementara.”Pagi tadi hingga dengan sekarang adik-adik masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lagi,” pungkasnya.korankito.com/dhia