Bisa Dipercaya

Pemasangan Awning Lorong Basah Akan Dikaji Ulang

AWNING : Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda lakukan dialog dengan pedagang Lorong Basah Pasar 16 Ilir Palembang, Jumat (17/3). Finda bernaji akan mengkaji ulang pemasangan awning yang bikin resah para pedagang Lorong Basah. Foto/ Ria

Palembang – Pemasangan awning di Lorong Basah, Pasar 16 Ilir Palembang akan dikaji ulang dan dicari solusi yang lebih baik.

“Pedagang silahkan berjualan seperti biasanya. Tidak ada dulu pemasangan awning sampai izinnya lengkap. Terutama salah satu syarat pemasangan awning yakni mendapat persetujuan dari pemilik ruko,” tegas Wakil Wali Kota palembang Fitrianti Agustinda saat menyambangi dan berdialog dengan puluhan pedagang Pasar 16 Ilir, Jumat (17/3).

Berita Sejenis
1 daripada 2

Penundaan itu disambut gembira para pedagang Lorong Basah yang memang menginginkan kejelasan terlebih dahulu mengenai mekanisme pembangunan awning. Sebab belakangan pedagang risau dikarenakan belum ada titik temu atau kesepakatan harga pemasangan awning yang harus dibayar oleh pedagang. Bukan hanya mengenai harga pemasangan awning tapi juga mengenai kejelasan harga sewa setelah pemasangan awning.

Finda – sapaan akrab Fitrianti Agustinda – berpesan agar para pedagang menyelesaikan permasalahan awning ini dengan kepala dingin. Jangan sampai terjadi hal-hal yang dapat merugikan kedua belah pihak. ‘’Kita sesama warga Palembang jangan sampai ada bentrok-bentrok ya. Saya mohon. Kalau ada masalah sampaikan kepada saya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasional (Dir Ops) PD pasar Febrianto mengatakan, hanya menurut saja. Ia menjelaskan apa yang dilakukan PD Pasar menjalankan perintah dari Wali Kota Harnojoyo saja. “Ya kalau mau ditunda ya urusan pemerintah lah. Kita yang hanya bagian dari pemerintah menjalankan saja,” jelasnya.

Mengenai kisruh permasalahan pembangunan awning ini, katanya adanya salah paham antara pihaknya (PD Pasar-Red) dengan pedagang mengenai penetapan harga pemasangan awning dan harga sewa. Padahal sebenarnya mengenai harga sewa ini bisa dirundingkan dan pihaknya sudah melakukan penghitungan mengenai harga sewa dengan tingkat pendapatan para pedagang. “Kita sudah hitung itu. Kan ada batas kewajarannya tidak mungkin kita asal menetapkan,” katanya.

Salah satu pedagang Lorong Basah Edy mengaku sangat senang dengan penundaan pemasangan awning ini. Edy mengungkapkan, menolak pemasangan awning ini dikarenakan belum adanya kejelasan mengenai biaya pemasangan yang dibebankan kepada pedagang. ‘’Sudah itu takutnya setelah pemasangan nanti, bukan kami pedagang yang memang telah berdagang disini sebelumnya yang menempati lapak ini tapi sudah orang lain,” tukasnya.(korankito.com/ria)