Lagi, Polsek SU I Dapat Bendera Hitam

BENDERA HITAM : Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono serahkan bendera hitam bergambar tengkorak kepada Kapolsek SU I Kompol M Khalid Zulkarnaen, Jumat (17/3). Bendera itu pertanda wilayah yang paling rawan kejahatan. Foto/Denny

 

Palembang – Maraknya tindak kejahatan terutama begal sepeda motor di wilayah Seberang Ulu (SU) I Palembang, membuat Polsek SU I Palembang kembali mendapatkan bendera hitam berlambang tengkorak.

Itu artinya, wilayah hukum polsek pimpinan Kompol M Khalid Zulkarnaen tersebut merupakan wilayah yang paling rawan se-Kota Palembang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, upacara kesadaran itu merupakan upacara rutin setiap bulannya sebagai ajang evaluasi kinerja masing-masing polsek. “Dengan adanya seperti ini, kita berharap kinerja polsek-polsek kedepannya dapat lebih baik lagi,” jelasnya saat ditemui usai upacara kesadaran, di halaman Mapolresta Palembang, Jum’at (17/3).

Menurut Wahyu, polsek yang mendapat bendera hitam berlambang tengkorak dan bendera kuning sebagai lambang polsek terjorok merupakan polsek yang mendapat nilai paling rendah. “Yang mendapat itu, merupakan polsek paling rendah nilainya. Ada tim kita yang melakukan penilaian,” kata mantan Wadir Narkoba Polda Metro Jaya itu.

Sementara itu, Kapolsek SU I Palembang Kompol M Khalid Zulkarnaen menyatakan dengan dua kali meraih bendera tengkorak dijadikan pelajaran bagi jajarannya dan berupaya supaya kedepan tak lagi mendapatkan bendera tersebut. “Kita akan upayakan untuk peningkatan patroli serta meningkatkan rilis tangkapan supaya bendera tengkorak tak lagi didapatkan. Pastinya, yang terpenting harus meminimalisir kejahatan,” jelasnya.

Untuk diketahui, daerah paling rawan disabet Polsek SU I Palembang, Polsek paling bersih di raih Polsek Ilir Timur (IT) II Palembang dan paling kotor didapatkan oleh Polsek Gandus Palembang. (korankito.com/denny)