Bisa Dipercaya

Kementerian LHK Apresiasi Program Gotong Royong

GOTONG ROYONG : Dirjen Kementerian LHK Tuti Hendrawasih Mintarsih (kedua dari kiri) didampingi Wali Kota Palembang Harnojoyo pimpin acara goyong royong bersama masyarakay di Palembang, Jumat (17/3). Foto/Ria

Palembang – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK) apresiasi program gotong royong yang digulirkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

“Berdasarkan Undang-undang UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), Masyarakat berhak untuk mendapatkan lingkungan yang bersih,” jelas Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) Kementerian LHK Tuti Hendrawasih Mintarsih disela-sela kegiatan gotong royong di jalan POM IX, Kampus Palembang, Jumat (17/3).

Berita Sejenis
1 daripada 6

Tuti menjelaskan, apa yang dilakukan Wali Kota Palembang Harnojoyo merupakan strategi yang sangat baik untuk mengajak masyarakat peduli dengan kebersihan. Selain itu juga sudah sesuai dengan apa yang diamatkan Undang-Undang (UU Pengelolaan Linkungan Hidup (UUPLH.

“Kadang orang sering lupa jika kita juga memiliki kewajiban untuk menjaga lingkungan dan itu sudah ditunjukkan oleh Wali Kota Palembang. Itulah kenapa saya bangga dengan apa yang dilakukan Wali Kota Harnojoyo karena jika semua pimpinan seperti ini maka Indonesia tidak lagi menjadi penyumbang sampah terbesar kedua di dunia,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang Harnojoyo menyampaikan, dirinya sangat bersyukur dengan respon yang diberikan Dirjen PSLB3 pada hari ini. Itu artinya apa yang dilakukan mendapat respon positif dari pemerintah pusat. “Alhamdulillah kita sudah mendapat respon dari pemeritnah pusat. Kedepan kita akan terus mengajak pimpinan pusat termasuk Presiden untuk menggerakkan gotong royong bersama,” ulasnya.

Bahkan pernah disampaikan Harnojoyo sebelumnya, banyak manfaat yang didapatkan melalui kegiatan gotong royong yang sudah dilakukan sejak 2015, mulai dari penghematan anggaran sampai dengan meminimalisir banjir yang biasa terjadi di Palembang saat hujan. “Coba bayangkan saja, per minggu kami bisa hemat anggaran untuk normalisasi sungai sebesar Rp500 juta. Sekarang sungai di Palembang sudah mulai bersih, bahkan kami mendengar dari masyarakat, yang biasanya banjir sampai masuk rumah sekarang sudah mulai berkurang,” tuturnya. (korankito.com/ria)