16 UPTD Ikuti Lomba Pameran Pendidikan

PAMERAN PENDIDIKAN: Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda berfoto bersama sejumlah petugas stan pendidikan, Jumat 917/3). Sebanyak 16 UPTD ikuti lomba pameran pendidikan. Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 16 unit pelaksana teknis dinas (UPTD) pendidikan di Palembang ikuti lomba pameran pendidikan di Palembang Indah Mall (PIM).

Lomba stan prakarya siswa antar kecamatan di Palembang itu berlangsung selama tiga, berakhir Ahad (19/3).

Petugas stand UPTD Kecamatan Ilir Barat II yang juga Kepala SDN 30 Palembang Nuraini mengatakan, pihaknya bersama kepala SDN 35 Naimah mewakili UPTD IB II untuk memamerkan hasil cipta karya anak didiknya dengan barang bekas atau daur ulang. “Yang membuat prakaryanya adalah anak-anak dari seluruh sekolah di IB II Palembang. Mereka semua sebelumnya sudah diajari melalui ekskul 3R dan yang paling sulit adalah dalam merangkai miniatur Ampera,” ulasnya disela kegiatan pameran pendidikan di PIM, Jum’at (18/3).

Dikatakannya, sebenarnya hasil karya anak didiknya ini tidak untuk dijual namun hanya untuk dipamerkan saja, tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada yang berminat dan akan dijual dengan harga sesuai kesepakatan. “Ini lomba antar stand, yang dinilai yaitu dari ragam prakarya anak dari barang bekas dan cara menghias standnya,” tuturnya.

Selain itu, diakuinya, dirinya belum tahu apa yang akan menjadi reward bagi stand terbaik. “Jujur saya belum tahu apa hadiah bagi pemenangnya, hal ini juga yang menjadi motivasi kami untuk menampilkan hasil karya terbaik anak dan menghias stand seindah mungkin,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda mengatakan, pihaknya sangat bangga akan hasil cipta karya generasi muda yang sejak usia dini sangat kreatif memanfaatkan barang bekas dan menjadikannya hasil karya yang luar biasa. “Pameran ini juga sebagai apresiasi kita terhadap karya anak kita, sebab kalau bukan kita yang menghargainya, siapa lagi. Kami berharap, kedepan agar melalui kreativitas mereka ini dapat mengubah sampah menjadi karya yang bernilai,” harapnya.(korankito.com/eja)