Satpam Perpustakaan Jual Bibit Ganja

Tersangka penjual ganja dan bibit ganja yang diamankan petugas BNNK Lubuklinggau.foto/dhia

Lubuklinggau-Muhammad Ridwansyah alias Iwan, satpam Perpustakaan Kota Lubuklinggau, diringkus anggota Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Lubuklinggau karena mengedarkan 1,2Kg ganja kering dan 450 gram bibit ganja asal Desa Suka Raja, Kabupaten Musirawas Utara.

Tersangka Iwan digrebek petugas BNNK di rumah kontrakannya di Jalan Kopral Makruf, RT 04, Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (9/3) sore.

Saat digrebek BNNK, Iwan tengah santai di ruang tamu. Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan mendapatkan barang bukti ganja di dalam kantong plastik besar warna hitam dengan berat total 1,2 kilogram.

Ganja kering ini terbagi 150 gram dalam plastik hitam, 120 gram diplastik klip besar, 500 gram kantong plastik besar hitam, 120 gram dibungkus koran,50 gram dibungkus koran kecil,50 gram dibagi menjadi 17 paket kecil, 30 gram plastik es, 20 gram di dalam plastik kecil,1 0 gram dalam bungus plastik gula, 10 gram dalam dua kanting plastik, 0,78 gram dalam dua linting. Selain ganja kering dari tangan tersangka, juga diamankan bibit ganja (biji ganja-red) seberat 450 gram.

Setelah melakukan pengembangan dari tersangka Iwan, petugas BNNK selanjutnya berhasil menangkap tersangka Mustarman alias Motel yang merupakan penyuplai ganja.

Kepala BNNK Lubuklinggau Ibnu Mundzakir, mengatakan BNNK sengaja menunda merilis hasil tangkapan karena masih mengembangkan kasus untuk menangkap penyuplai dan bandar besar ganja di Muratara.

BNNK Lubuklinggau juga mengendus adanya lahan ganja di wilayah Musirawas Utara karena ganja kering dan bibit ganja milik tersangka Iwan berasal dari bandar di Muratara.

“Tersangka ini‎ sudah sangat meresahkan masyarakat, dia menjual ganja kebanyakan pada remaja dan pelajar. Penangkapan  tersangka Iwan ini direspon baik oleh masyarakat,” kata Ibnu.

BNNK Lubuklinggau masih melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba jenis ganja yang menjadi penyedia barang untuk tersangka Motel dan Iwan.

“Pertama kita tangkap Iwan, kemudian kita kembangkan, kita pancing tersangka Motel dengan pura-pura beli barang, saat ketemuan baru kita tangkap, ” imbuh Ibnu.

Sedangkan, Tersangka Iwan mengaku sudah 7 bulan menggeluti bisnis ganja, dan dijual di wilayah Kota Lubuklinggau untuk penghasilan tambahan.  “Saya kerja jadi penjaga, satpam perpustakaan. Baru tujuh bulan jual ganja, uangnya untuk keperluan sendiri, kalau biji ganja itu saya kumpulkan karena sudah sangat banyak, jadi mau saya buang,” kilahnya. Korankito.com/Dhia