Razia Daging Celeng di Pasar Inpres Linggau

Salah seorang pedagang daging di pasar Lubuklinggau.(ilustrasi/dhia)

Lubuklinggau-Sedikitnya 10 lapak pedagang daging di Pasar Inpres Kota Lubuklinggau dicurigai menjual daging celeng atau babi hutan. Kasus ini terkuak setelah adanya laporan masyarakat ke Polres Lubuklinggau.

Tim gabungan Disperindagsar, Dinkes, Pol PP dan Polres Lubuklinggau , Kamis (16/3), langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke 10 lapak pedagang di pasar Inpres dan mengambil sampel daging yang dijual pedagang.

“Ada yang kita curigai menjual daging babi di pasar Inpres, tapi belum tahu apakah dicampur dengan daging sapi atau kerbau atau dijual terpisah,” ungkap Kasi Pengawasan Disperindagsar, Zon Maryono usai sidak.

Dikatakan Zon, pihaknya telah mengambil sampel daging di 10 lapak penjual daging yang dicurigai. Namun hasilnya nihil. “Setelah diuji lab oleh tim kesehatan semuanya negatif, tapi kami akan terus pantau,” tegasnya

Sementara itu Kepala Disperindagsar Lubuklinggau Hidayat Zaini menyatakan bahwa peredaran daging celeng di Kota Lubuklinggau diduga kuat berasal dari daerah Musirawas dan Muratara.  “Kemungkinan daging babi itu adalah hasil masyarakat berburu hama babi menggunakan anjing dan perangkap,” ujarnya.

Ia juga‎ mencurigai adanya penjualan daging celeng oleh pedagang di Pasar Inpres Lubuklinggau karena itu sebagai langkah antisipasi peredaran ilegal daging babi di Lubuklinggau tim melakukan sidak.

“Kita mencegah jangan sampai beredar di pasar apalagi dicampur, kalau dijual ke non muslim ya silakan saja, takutnya ke umat muslim,”pungkasnya.korankito.com/Dhia