Kaum Buruh Jadi Target Pasar Bandar Narkoba

 

Dir Dires Nakorba polda Sumsel Kombes Pol Tomy.foto/kardo

Palembang-Demi mengungkap jaringan narkoba yang semakin gencar memasuki Sumsel, Ditres Narkoba Polda Sumsel giat melakukan pencegahan terhadap jalur masuk para bandar narkoba.

Menurut Dir Ditres Narkoba Kombes Pol Tomy Dwi Arianto, saat ini pengaruh narkoba terhadap kalangan pelajar masih belum bisa dikatakan masuk dalam tahap berbahaya. Sebab, sampai saat ini para pengguna yang kebanyakan dipilih pengedar adalh buruh dan orang-orang dewasa yang sudah berpenghasilan.

“Kalau dikatakan sudah memasuki kalangan pelajar, kita rasa belum sampai ke sana. Karena dari data valid yang kita dapat, sampai saat ini sejumlah sekolah khususnya di Sumsel juga tidak ada laporan tentang pelajar yang tercatat memakai narkoba,” ungkap Tomy, Kamis (16/3).

Selain itu, kata Tomy, saat ini di sejumlah sekolah sudah banyak yang melakukan sosialisasi dan pembelajaran terhadap bahayanya pengaruh narkoba kepada pelajar. Sehingga pelajar juga enggan untuk berurusan dengan hal tersebut.

“Banyak sekolah-sekolah sudah menerapkan tentang bahaya narkoba kepada para pelajar dengan melakukan kegiatan-kegiatan positif dan bersosialisasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Saat ini para pengedar masih memilih bangsa pasar seperti buruh yang sudah berpenghasilan. Dan, untuk modus penjualannya pun bervariasi. Untuk mengelabui petugas, kebanyakan para kurir menjual narkoba tersebut dengan cara dibuat menjadi paket kecil yang bahasa jalanannya disebut paket hemat.

“Kalangan buruh masih mendominasi menjadi incaran para pengedar dan cara penjualannya juga dengan paket hemat karena kebanyakan pengguna tersebut dari kalangan menengah ke bawah,” tambahnya.

Untuk itu dirinya mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak menjadi pelindung bagi para pengedar seperti mengetahui namun tidak melaporkan.

“Masyarakat juga harus komitmen kalau ingin Sumsel bebas dari narkoba. Jangan sampai para pengedar berkesempatan berlindung di belakang masyarakat sehingga kita yang ingin melindungi masyarakat malah mendapat perlawanan dari masyrakat itu sendiri,” tegasnya.korankito.com/kardo