Bisa Dipercaya

Guru SMA/K Ikuti Pelatihan Pembuatan E-Book

Suasana pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi bagi guru SMA/SMK se-Sumsel di UPTD Balai Tekkom Pendidikan Provinsi Sumsel.foto ejak

Palembang – Sedikitnya 25 guru SMA/K di Palembang mengikuti workshop penerapan pembelajaran berbasis ilmu teknologi  (IT) menggunakan buku elektronik (e-book).

Pemateri pelatihan Indawan mengatakan, total peserta 25 guru dari sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA/K) di Palembang. Mereka belajar membuat buku elektronik (e-book) sesuai mata pelajaran masing-masing. Hal ini ditujukan agar kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan walaupun guru tersebut berhalangan hadir. Pasalnya, e-book ini bisa dibuka melalui android dan komputer yang di aplikasikannya terdapat materi berupa tulisan dan video dalam bentuk slide seperti power point.

“E-book ini sangat bermanfaat bagi KBM, dimana guru akan lebih mudah dalam proses mengajarnya. Sebab e-book ini juga sebagai media pembelajaran interaktif bagi guru SMK dan SMA ini bisa difungsikan dimanapun asalkan ada jaringan internet,” ungkapnya di sela kegiatan workshop, Rabu (15/03).

Kepala Bidang  (Kabid) SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Erlina menambahkan, pihaknya saat ini sedang mencanangkan penerapan e-book dalam pembelajaran agar merata di Sumsel dalam tiga tahun ke depan. Diakuinya, memang saat ini yang menjadi kendala utama ialah jaringan terutama pada sekolah yang terletak di daerah perairan.

“Kami berharap, agar penerapan e-book ini bisa dilakukan secepatnya, namun karena kondisi geografis SMA dan SMK yang berbeda dan belum semua sekolah yang memiliki jaringan yang kuat sehingga dibutuhkan persiapan yang lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan e-book dalam kegiatan belajar mengajar sangat menguntungkan guru bahkan siswa karena lebih proporsional, seperti biaya lebih murah dan tidak perlu cetak kertas saat belajar ataupun saat ujian sekolah, pelaksanaan akan lebih cepat dan jujur serta integritasnya lebih tinggi.

“Jadi guru tidak mempunyai alasan lagi tidak mengajar, sebab meskipun mereka sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah namun proses pembelajaran bisa melalui e-book yang dilakukan dari jarak jauh asal ada jaringan dan medianya,” tegasnya.

Selain itu, dijelaskan Erlina, saat ini di Sumsel baru ada beberapa sekolah yang sudah menetapkan pembelajaran berbasis IT, seperti di SMKN 1 Martapura OKU Timur sudah menggunakan sistem pembelajaran berbasis android. “Kita akan terus melakukan usaha agar semua sekolah di Sumsel bisa menetapkan sistem pembelajaran dengan IT ini. Salah satunya dengan melakukan kerja sama dengan vendor penyedia jaringan internet,” tambahnya.korankito.com/ejak