Bisa Dipercaya

7 Ruang Belajar SDN 143 Palembang Rusak Parah, 2 Tidak Bisa Lagi Dipakai

Palembang –Di Kota Palembang saat ini tengah gencar dibangun sarana transportasi modern Light Rail Transit (LRT) yang menghabiskan dana triliunan rupiah. Atau pembangunan taman-taman kota di sejumlah tempat di Kota Pempek ini yang juga menghabiskan dana yang tidak sedikit.

Namun, sayangnya di balik kemegahan pembangunan di Kota Palembang masih ada gedung sekolah yang rusak parah. Bahkan sebagian gedung tak bisa lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Tengok saja kondisi bangunan SDN 143, palembang. Sebanyak tujuh lokal sekolah dasar negeri ini yang terletak di Jalan Kadir TKR, Lorong Syailendra, Kecamatan Gandus, Palembang ini, rusak parah. Bahkan Dua kelas di antaranya sudah tidak bisa dipakai lagi.

Berita Sejenis

Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1972, sampai saat ini belum mendapatkan perhatian khusus dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang.

Hal ini diungkapkan Kepala SDN 143 Palembang Rismawati saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/03). Menurutnya, ia belum paham betul dengan kondisi bangunan dan bantuan apa saja yang telah diterima sekolah tersebut. Pasalnya ia baru menjadi kepala sekolah di sini pada akhir Januari 2017 silam.

Dikatakannya, di SDN 143 Palembang terdapat 25 lokal dengan jumlah siswa sebanyak 948 orang. Namun, sayangnya dari puluhan ruang belajar tujuh lokal di antaranya rusak parah.

“Kepala sekolah yang sebelumnya yaitu Pak Payung Hasibuan menjelaskan, pihak sekolah sudah menandatangani memorandum of understanding (MoU) terkait pemberian bantuan atau pembangunan ruang kelas baru (RKB) maupun gedung baru. Namun sayangnya, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda bakal dimulainya pembangunan. Dulunya sekolah ini bernama SDN 164 dan setelah adanya regrouping kini menjadi SDN 143 Palembang,” ujarnya.

Selain itu, kata Rismawati, sejak 2015 silam, pihaknya sengaja tidak memakai lagi dua lokal untuk belajar mengajar karena kondisinya tidak memungkinkan lagi untuk dipakai. Lima lokal lainnya rusak parah, namun pihaknya tetap melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar sebab tidak ada lokal lain yang bisa dipakai.

 

“Kerusakan disebabkan beberapa faktor, pertama bangunan kelas berbahan kayu sudah banyak lapuk. Di tiap lokal, terutama di plafonnya atau atap sekolah yang sering kali bocor, bahkan sebagian lantai mulai banyak bolong. Namun tetap kami upayakan kegiatan belajar berlanjut, karena kasihan jika mereka tidak sekolah. Tiap hari kami awasi siswa agar tidak terpeleset di lantai yang berlubang tersebut,” akunya.

Sementara itu, Kasi Sarana dan Prasarana SD Disdik Palembang Isman mengaku, saat ini pihaknya tengah melakukan survei di penjuru Palembang, sehingga belum bisa memutuskan sekolah yang layak dan darurat bantuan mengingat dana yang tersedia itu terbatas.

“Dananya terbatas, jadi kita survei dulu mana sekolah yang darurat bantuan dan sesuai petunjuk teknis (juknis) sehingga kita tidak bisa membangun gedung atau RKB secara menyeluruh. Nantinya setelah terdata mana saja sekolah darurat bantuan, maka akan segera kami tindak lanjuti,” pungkasnya.korankito.com/ejak