Tergiur Upah Besar, Agung Jadi Kurir

 

Tersangka kasus narkoba, Agung Satia Putra.foto/deny

Palembang-Lantaran tergiur upah yang cukup besar, Agung Satia Putra (24), warga Kelurahan Talang Betutu, Kecamatan Sukarami, Palembang, nekat menjadi kurir pil ekstasi.

Agung pun ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang saat mengantarkan barang haram tersebut ke seorang pembeli di Kecamatan Kalidoni, Selasa (7/3) siang.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan 70 butir pil ekstasi warna merah muda logo mahkota yang disimpan di dalam saku celananya.  “Saya disuruh mengantarkan saja, sekali jalan dikasih uang sebesar Rp500 ribu. Saya, mau karena hasilnya cukup menjanjikan,” jelas Agung ketika gelar perkara dan barang bukti di Polresta Palembang, Selasa (14/3) sore.

Menurut bapak satu anak ini, ia sudah tiga kali mengantarkan barang haram tersebut. Upahnya, ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, karena uang hasil bekerja tidak mencukupi.

“Uangnya saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan makan-makan. Pekerjaan saya sebagai buruh gypsum tak mencukupi,” ujanrya sembari menundukkan kepala.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono mengatakan, penangkapan kurir ini berdasarkan informasi warga yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba yang jumlahnya cukup banyak.

“Setelah melakukan penyamaran, pihaknya berhasil mengamankan tersangka sebagai kurir dengan 70 butir pil ekstasi. Kita tangkap saat hendak mengantarkan ke pembeli di kawasan Kalidoni,” jelasnya.

Satres Narkoba Polresta Palembang juga dalam kurun waktu satu minggu berhasil mengamankan sembilan pelaku narkoba lainnya. Mereka adalah, Agung Putra, David alias Acung, Yuswan Firmansyah, Hasan alias Mandor, Chandra Irawan Dedi Wahyudi, M Anwari Handaya Putra, dan Robi Yanti alias Oyep dan RD.

“Total barang bukti yang kita amankan yakni dua puluh gram shabu, lima paket ganja, 70 butir ekstasi, dengan total sembilan tersangka yang berhasil diamankan,” katanya.

Atas perbuatan pelaku tersebut, semuanya dikenakan pasal 114 ayat 1 dengan penjara minimal 5 tahun maksimal 20 tahun dan pasal 112 ayat 1 dengan pidana penjara minimal 4 dan 12 tahun denda Rp800 juta maksimal Rp8 miliar, UU tentang narkotika.korankito.com/deny