Pelajar SMA Negeri Jadi Jambret

 

Pelajar Bayu, tersangka jambret.

 

Palembang-Satu lagi pelajar di Kota Palembang terlibat aksi kejahatan. Sang pelajar bernama Bayu. Ia terpaksa harus meringkuk di sel tahanan Polsek Sukarami lantaran melakukan aksi penjambretan, Selasa (14/3).

Aksi menjambret dilakukan Bayu sepulang ia mengikuti ujian try out.

Pelajar kelas XII sebuah SMA Negeri di Palembang ini melakukan aksi penjambretan kepada korban Wulan (21), di Jalan Sukabangun II, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Ia berhasil ditangkap setelah tersungkur dari sepeda motor yang dikendarainya untuk melakukan aksi penjambretan tersebut. Bahkan warga Jalan Urip Sumoharjo Ajen Sekojo, Palembang ini, nyaris menjadi korban amuk massa yang geram atas ulahnya.

Beruntung nyawa Bayu dapat segera diselamatkan setelah petugas Polsekta Sukarami langsung mendatangi lokasi kejadian begitu mendapat laporan dari warga.

Di hadapan petugas, Bayu mengatakan, aksi penjambretan tersebut tidak dilakukan sendirian. Tetapi bersama seorang rekannya Adi yang usai kejadian berhasil kabur dari kejaran warga. Ia juga membenarkan penjambretan tersebut dilakukan usai mengikuti try out (TO) di sekolahannya yang berada di wilayah, Pakjo Palembang.

“Ketika selesai TO, Adi jemput saya di depan sekolah kemudian mengajak pulang ke rumah, di Ajen. Saat kami melintas di Jalan Soekarno-Hatta menuju Sukabangun II, Adi melihat pengendara motor memakai kalung. Dari situ aksi jambret ini terjadi,” ujarnya.

Menurut Bayu, dirinya disuruh Adi untuk memepet sepedda motor yang digunakan korban. “Pas sampai di Jalan Sukabangun II, Adi melihat seorang pengendara sepeda motor mengenakan kalung. Saat itulah saya langsung disuruh memepet. Setelah dipepet, Adi menarik kalung tersebut. Namun, saat akan dibawa kabur, terjatuh karena sepeda motor jadi tidak seimbang,” akunya.

Usai terjatuh, Adi langsung memakai motor kembali dan lari meninggalkan Bayu yang saat itu sudah menjadi dalam kepungan massa.

“Adi langsung ambil kembali motor itu dan langsung kabur. Sedangkan saya ditinggal dan berhasil ditangkap. Saya baru kali ini menjambret dan rencananya hasilnya untuk jajan,” kilahnya.

Kapolsekta Sukarami Palembang Kompol Achmad Akbar, mengatakan, tersangka sudah diamankan dan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pengakuan tersangka, ia baru melakukan aksi jambret usai pulang dari try out yang dilakukan di sekolahnya. Rekannya saat ini masih dalam pengejaran,” jelasnya.

Sebelumnya pelajar bernama Jay ketahuan mencuri ponsel milik anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di area parkir Pasar Km5, Kecamatan Kemuning Palembang. Ulah pelaku berawal saat korban hendak membeli sayuran. Karena merasa dekat, korban pun meletakan ponselnya di dalam bok sepeda motornya.

Belakangan ponselnya hilang, korban melacak ponsel dan mencari keberadaan pelaku. Akhirnya Jay dapat ditemukan saat berada di rumah kontrakannya di Jalan Panca Usaha, Kecamatan SU I, Palembang.

“Saya hanya mau berjualan kerupuk di pasar Km 5, tetapi melihat ada ponsel saya ambil. Saya tidak tahu kalau itu ponsel punya bapak TNI. Saya khilaf dan menyesal,” kata pelajar yang tinggal di Pedamaran, OKI ini.

Pada medio Februari lalu, dua siswa sebuah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) , berinisial RS (15) dan MRA (15) diciduk anggota Satsabhara Polresta Palembang.

Keduanya ditangkap polisi saat duduk di kawasan Jalan Gubernur HA Bastari, tepatnya depan Dekranasda, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang.

Diduga keduanya akan melakukan aksi begal. Dari tangan kedua pelajar kelas X ini, pihak kepolisian menemukan dua bilah senjata tajam pisau bayonet dan pisau pramuka di balik baju kedua tersangka.

Penangkapan kedua tersangka berawal dari anggota patroli Sabhara Polresta Palembang melakukan patroli. Petugas melihat gerak-gerik kedua pelajar mencurigakan. Saat didekati RS terlihat memasukan pisau ke dalam jok sepeda motor Yamaha Vega ZR merah yang dibawanya.

“Kita tangkap, dan melakukan penggeledahan. Ketika itu juga kita kembali menemukan sajam yang diselipkan di balik bajunya,” kata Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Andi Kumara, saat dimintai konfirmasi.

Selanjutnya, kedua tersangka diserahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Keduanya kita serahkan ke Reskrim untuk pengembangan. Diduga pelaku hendak melakukan pembegalan di wilayah tersebut, karena kita ketahui wilayah itu rawan tindak kriminal begal motor,” tambahnya

Tersangka MRS membantah akan melakukan aksi begal. Menurutnya, pisau tersebut ia bawa untuk jaga diri dari begal di wilayah Jakabaring.

“Bukan untuk membegal, untuk kami berjaga-jaga saja. Kalau, nanti diganggu oleh orang. Baru pertama kali ini membawa sajam,” ujar remaja yang tinggal di Jalan KI Marogan, Kecamatan Kertapati Palembang ini.korankito.comkardo/deny