Pegang Ponsel, Bocah 6 Tahun Dijambret Depan Rumah

Dwi ditemani orangtuanya melapor ke polisi setelah menjadi korban jambret.foto/deny

Palembang-Rasa takut terpancar dari wajah Hafis Dwi Putra (6). Pasalnya, bocah yang masih duduk di kelas satu sekolah dasar (SD) ini, telah menjadi korban penjambretan di depan rumahnya sendiri Jalan Kapten Abdullah, Lorong Pendidikan, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju Palembang, Selasa (14/3) siang.

Akibat kejadian itu, korban kehilangan ponsel milik ibunya Yuliana (30), yang saat itu sedang pegangnya. Ditemani ayahnya Joko (33), Hafis Dwi Putra mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Rabu (15/3), untuk membuat pengaduan peristiwa tersebut.
Di hadapan petugas, korban menuturkan kejadian itu berawal ketika ia hendak pulang ke rumah dengan berjalan kaki dari warung miliknya ibunya untuk meminjam ponsel. Ketika dalam perjalanan, Dwi berpapasan dengan pengendara sepeda motor yang memanggilnya.

Namun, karena takut Dwi tetap berjalan hingga ke depan rumah. Nah, ketika itulah pelaku langsung mendekati korban dan merampas ponsel yang dipegang oleh Dwi. Akibatnya Dwi sempat terjatuh dan menangis saat pulang ke rumah.

“Anak saya itu, habis menemui saya di warung meminjam ponsel saya untuk bermain game. Ketika, hendak pulang dia dihadang oleh pelaku yang juga sempat memanggilnya. Namun, karena tidak digubris anak saya, pelaku merampasnya, dia terjatuh dan menangis,” kata Yuliana.

Beruntung, lanjut Yuliana, aksi jambret tersebut terekam CCTV yang ada di toko bangunan di samping rumahnya. “Untungnya terekam CCTV. Pas kita lihat pelakunya tak menggunakan helm dan memakai celana pendek. Semoga saja dia cepat ditangkap,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan selanjutnya akan segera melakukan penyelidikan termasuk memeriksa CCTV tersebut. “Sudah kita terima laporannya dan akan segera kita proses,” katanya.korankito.com/denny