Mau Beli Motor Antik, Malah Tertipu

Ria Savitri, korban penipuan saat melapor ke polisi.foto/deny

Palembang- Niat hati ingin membeli motor antik jenis Honda CBR 750 CC. Namun kenyataannya malah tertipu. Itulah yang dialami Ria Savitri (19), yang harus kehilangan uang sebesar Rp5 juta lantaran dibawa kabur oleh kawanan pelaku.

Kejadian ini kemudian dilaporkan Ria ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (14/3) sekitar pukul 15.00. Di hadapan petugas, Ria menuturkam, kejadiannya berawal saat ayahnya Muhammad Dani (55), sedang mencari motor antik. Kemudian, ia pun mencoba mencari-cari di internet.

Usai mendapatkan sepeda motor yang menjadi impian ayahnya itu di internet, Ria menghubungi si penjual melalui pesan WhatsApp alias WA.

“Saya menghubungi dia melalui pesan WhatsApp untuk bertanya masalah harga. Setelah harganya deal, kami sepakat membeli motor itu seharga Rp5 juta,” ujar Ria.
Kemudian, ia melakukan pembayaran dengan cara transfer ke nomor rekening atas nama Septrian Dwi Putra sebesar Rp1 juta dan nomor rekening Devis Saputra sebesar Rp2 juta dan terakhir transfer lagi Rp2juta.

“Awalnya saya transfer dulu Rp2 juta dan Rp1 juta dari ATM BRI dan M Banking. Pelaku nelpon lagi bilang motornya sudah diantar dan berada di kawasan Kertapati dan minta dilunasi segera,” tuturnya.

Ria tak menaruh curiga sedikitpun. Terlebih sebelum mentransfer sisa uang pembayaran, ada seorang pria dengan nomor hape berbeda mengaku kurir yang mengantar motor sudah berada di jalan kawasan Kertapati.
“Dia bilang disuruh pelaku jangan kirim motor ke alamat saya. Karena saya belum lunasi sisanya. Makanya saya transfer lagi uangnya,” sambungnya.

Namun begitu uang sudah ditransfer, motor tak kunjung dikirim ke alamat rumah. “Kami cek ke kantor Pahala Ekspres di Km12 juga ternyata tidak ada kantornya,” lanjutnya.

Kasat reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede membenarkan pihaknya sudah menerima laporan korban dan bakal segera ditindaklanjuti. “Kita sudah terima laporannya, akan segera ditindak. Sebaik lebih berhati-hati jika melakukan transaksi jual beli melalui media sosial,” ujar kasat.korankito.com/deny