Bisa Dipercaya

Disodomi, Siswa SMP Terjangkit Penyakit Kelamin

Wawan Eka, tersangka kasus sodomi saat diamankan di mapolres Lubuklinggau.foto/dhia

Lubuklinggau- MA (14), siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Kota Lubuklinggau kini harus menderita lantaran terjangkit penyakit kelamin akibat disodomi oleh Wawan Eka (34) salah seorang karyawan pondok makan Mang Engking  di Siring Agung, Kota Lubuklinggau.

Sebelum beraksi, Wawan yang merupakan warga Jalan Garuda Hitam, Kelurahan Pasar Pemiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, mengiming-imingi korban uang Rp10 ribu dan rokok satu bungkus. Tak hanya itu Wawan juga mengancam akan membunuh korban jika memberitahu perbuatannya kepada orang lain.

Berita Sejenis

Situs Purbakala Jadi Tempat Sodomi

Pelajar SMP Diduga Sodomi Bocah Kelas III SD

Pelaku menyodomi korban, pada Senin (6/3) di tempat kos korban di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Kali Serayu, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kemudian dilaporkan keluarga korban, pada Senin (13/3), kemudian Wawan ditangkap pada Selasa (14/3) pukul 14.00, saat hendak berangkat kerja.

Beberapa hari setelah disodomi pelaku, korban mengeluh kesakitan saat buang air kecil. Pelaku sempat mengajak korban berobat ke dokter Nawawi di Jalan Garuda, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.

Berdasarkan keterangan ayah korban, Ali Akbar (40), anaknya divonis terjangkit penyakit kelamin oleh dokter. Hal itu diketahui setelah dirinya mendapat surat pemberitahuan dari pihak sekolah.

“Anak saya ngekos, kami dapat surat kalau anak kami kena penyakit kelamin, kemudian kami tanya ke dia kenapa bisa begitu. Awalnya dia tidak mau cerita, terus kami rayu-rayu akhirnya anak saya cerita kalau dia dicabuli pelaku,” ungkap Ali di kantor KPAID Kota Lubuklinggau, Rabu (15/3).

Laporan keluarga korban diterima oleh wakil ketua KPAID Lubuklinggau, Redi Lansa. Menurut Redi Lansa, perbuatan pelaku diduga sudah sering dilakukan baik kepada MA maupun korban lainnya. “MA ini menurut keterangan ayah korban terkena penyakit kelamin akibat perbuatan tidak senonoh pelaku, itu hasil diagnosa dokter,” kata Redi.

Dijelaskan, Redi, perbuatan pelaku sudah sering dilakukan kepada MA, sehingga korban tertular penyakit kelamin dari pelaku akibat disodomi.

‎Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga didampingi Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau Ali Rojikin membenarkan pihaknya telah menangkap Wawan Eka yang melakukan sodomi terhadap korban.

“Pelaku membujuk rayu korban agar mau lalu diberi uang Rp10 ribu dan rokok, kemudian setelahnya korban diancam akan dibunuh jika menceritakan ke orang lain,” kata Ali.

Tersangka Wawan Eka mengakui perbuatannya tersebut untuk memenuhi hasratnya yang suka kepada sesama jenis.

“Ngelakuinya pas pulang kerja, ia saya kerja di sana (rumah makan Mang Engking-red), saya memang sudah lama tertarik dengan sesama jenis, tapi sama dia baru kenal dan baru sekali kemarin itulah,” ujarnya.

Terpisah, costumer Service Mang Engking, Puteri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, dirinya tidak bisa berkomentar dan tidak bisa menghubungkan ke pimpinannya karena pimpinan sedang tidak ada di tempat. ” Iya nanti akan saya sampaikan, sekarang pimpinan tidak bisa ditemui,” pungkasnya.korankito.com/Dhia