Terjadi Penodongan di Toilet Mal, Polisi Nilai Pengelola PIM Kecolongan

Korban penodongan di toilet Palembang Indah Mal saat dirawat di rumah sakit.foto/deny

Palembang-Polresta Palembang menilai pihak pengelola Palembang Indah Mall (PIM) telah lalai dalam menjaga keamanan serta kenyamanan pengunjung pusat perbelanjaan tersebut.

“Bisa dikatakan kecolongan. Karena, di setiap mal ada petugas keamanan yang memberikan rasa nyaman kepada pengunjung,” tegas Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede, Senin (13/3) siang.

Dijelaskan Marully, aksi kejahatan dapat ditekan dengan langkah preventif baik itu dari pihak kepolisian maupun petugas kemanan dari swadaya masyarakat.

“Dimana pun itu, yang namanya tempat keramaian pasti ada peluang untuk pelaku-pelaku kriminal. Oleh karena itu, upaya preventif harus dilakukan baik dari pihak kepolisian maupun swadaya masyarakat,” jelasnya.

Seperti diketahui, seorang bocah sekolah menengah pertama Patrick (14) menjadi korban penodongan yang dilakukan oleh Dian Satria (27), di dalam toilet lantai II Palembang Indah Mall, Jumat (10/3) pukul 21.00.

Akibat kejadian itu, korban harus mengalami luka di dagu, pipi, jari dan bahu setelah ditusuk oleh pelaku dengan menggunakan pisau,.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ini murni aksi penodongan. Pelaku, membeli pisau di pasar tradisional, dan dia sudah menunggu di lokasi. Melihat korban masih di bawah umur, pelaku mengikutinya,” kata Marully.

Masih dikatakan Marully, modus penodongan di dalam mall baru pertama kali terjadi di Kota Palembang. “Ini kejadian yang pertama di Palembang. Selebihnya, kita belum menerima laporan sepeti ini,” tuturnya.

Ditambahkan Kasubag Humas Polresta Palembang Iptu Riska Tria, pihaknya akan memanggil seluruh pengelola bahkan pemilik retailer yang ada di Kota Palembang.

“Besok rencananya, akan ada tatap muka antara Kapolresta Palembang dengan pemilik-pemilik retailer di Kota Palembang. Agar, kejadian kemarin tidak terjadi lagi ke depannya,” tambahnya.korankito.com/denny