Kuliahkan Anak, Buruh Sawit Jadi Kurir Shabu

Sadik, tersangka kasus narkoba diamankan di polres Banyuasin.foto/heri

Banyuasin-Tingginya biaya kuliah dua anaknya, membuat Sadik (43), buruh dodos sawit, nyambi jualan shabu. Warga Muara Lakitan, Musirawas ini terpaksa dikerangkeng di penjara  Polres Banyuasin setelah tepergok membawa shabu seberat 2,25 ons. Ia ditangkap saat melintas di Km42, Kecamatan Banyuasin 3, Kabupaten Banyuasin, bersama keponakannya Fredi (25).

Menurut pengakuan Sadik, saat gelar perkara di Mapolres Banyuasin, Senin (13/3), shabu tersebut berasal dari Palembang, titipan teman dekatnya J. “Saya cuma ditipi J untuk untuk mengambil shabu di Palembang, dengan imbalan uang Rp2 juta rupiah,” katanya.

Barang tersebut diantar oleh seseorang asal Plaju Palembang. Kemudian dibungkus dengan baju dan disimpan dalam tas. “Setelah dapat barang, saya pulang naik travel, tas itu diletakkan di bagasi travel,” katanya.

Tidak menyangka bakal tepergok petugas. “Saya terpaksa lakukan ini karena jaman sekarang serba mahal. Rencananya uang itu untuk biaya anak kuliah,” katanya.

Dia melanjutkan, saat ini dia sedang menguliahkan dua anaknya. Mesti kuliah di universitas negri, namun biayanya selangit. “Saya hanya buruh dodos sawit, kalau hanya mengandalkan itu jauh dari cukup,” katanya.

Kapolres Banyuasin AKBP Andri Sudarmadi mengatakan, kedua pelaku diamankan saat razia cipta kondisi di Jalinsum Km42 Banyuasin, Jumat malam (11/3), dari mobil travel jurusan Palembang-Musi Rawas BG 1008HI. “Saat digeledah, petugas menemukan dua paket besar shabu seberat 2,3 ons di dalam tas,” katanya.

Kapolres melanjutkan menurut pengakuan pelaku, dia hanya sebagai kurir. “Tapi kami tidak percaya begitu saja, kasus ini akan kami kembangkan lagi,” katanya.

Atas perbuatannya, Sadik diancam Undang Undang Narkotika pasal 114 ayat 2 tentang penyalahgunaan narkoba. “Ancaman maksimal hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya.korankito.com/Heri