Jimat Tak Ampuh Lagi, Perampok Soim Diringkus Polisi

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung…menunjukan barang bukti jimat yang biasa dipakai oleh tersangka Soim.foto/kardo

Palembang-Perampok asal Kelurahan Tanjung Agung, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, bernama Soim (59), tak berdaya saat dibekuk petugas Ditreskrimum Polda Sumsel.

Perampok yang satu ini dikenal sering menggunakan jimat ilmu menghilang untuk melancarkan aksinya. Namun, saat ditangkap polisi di kediamannya, jimat yang sudah ia pakai selama 17 tahun tersebut tak berfungsi. Malah polisi dapat dengan mudah menangkap Soim yang hanya bisa berdiri diam karena merasa ilmu menghilangnya tak manjur lagi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, saat ditangkap pelaku hanya diam dan tidak menyadari kalau jimatnya tidak berfungsi di hadapan polisi.

“Saat ditangkap tersangka sempat menggunakan jimat yang katanya bisa menghilang. Tetapi, saat petugas masuk ke rumahnya, petugas masih bisa melihat berdiri di depan anggota kita. Mungkin jimatnya tidak mempan dengan polisi,” kata Kapolda, Senin (12/3).

Polisi menyita jimat tersebut sebagai barang bukti yang digunakan tersangka untuk merampok dan mencuri. “Selain tersangka, jimat-jimat yang katanya dari warisan orangtua tersangka juga kita sita sebagai barang bukti, “ ujar Kapolda.

Soim merupakan pelaku perampokan di tujuh provinsi. Salah satu sasarannya adalah sebuah bank Provinsi Lampung. Dia juga terlibat dalam pencurian mobil. Saat dicokok, Soim tengah mengenakan jimat, yang dia klaim bisa menghilang dari kejaran petugas. Jimat itu diikatnya di pinggang.

Di hadapan petugas, Soim mengaku jimat menghilang itu didapatnya sebagai warisan dari orang tuanya sejak 17 tahun lalu. Jimat itu selalu dirawatnya dengan cara dibersihkan setiap malam Jumat dengan minyak wangi seribu kembang. “Jimat itu warisan bapak saya, katanya malam Jumat Kliwon dicuci, biar lebih bagus,” kata Soim.

Soim juga mengakui telah melakukan pencurian mobil sebanyak tiga kali. Jenis mobil yang dicuri adalah jenis pikap lantaran tak memiliki alarm. “Sudah tiga kali dan mobil yang sering dicuri yang tidak punya pengaman,” katanya.

Soim kini terancam pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan dan pasal 363 tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman 5 tahun penjara.korankito.com/kardo