Bisa Dipercaya

Alokasi 15% Dana BOS untuk Gaji Honorer Masih Kurang

Syarwani Ahmad.foto/ejak

Palembang – Alokasi 15 persen dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk gaji guru dan tenaga kependidikan honorer dinilai masih sangat kurang. Sebaiknya pembayaran gaji dianggarkan oleh pemerintah setempat melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Hal ini diutarakan pengamat pendidikan Syarwani Ahmad saat dihubungi via telepon, Senin (13/03). Menurutnya, alokasi 15 persen pembayaran gaji guru honor dari dana BOS masih kurang, sebaiknya pemerintah setempat juga dapat menganggarkannya melalui APBD.

Berita Sejenis
1 daripada 3

“Jika di sekolah itu banyak guru dan pegawai honor, apakah cukup per triwulan sekali mereka hanya mendapatkan upah hanya dari sebagian kecil alokasi dana BOS? Belum lagi kalau mereka sudah menikah dan menjadi tulang punggung keluarga,” katanya.

Dijelaskannya, sebaiknya gaji honorer itu mempunyai standar sesuai kemampuan daerah  masing-masing. Memang, belum ada payung hukum yang jelas mengenai penganggaran gaji honorer tersebut melalui APBD, namum alangkah baiknya jika pemimpin daerah mengeluarkan kebijakan tersebut.

“Untuk APBN saja negara menyediakan anggaran 20 persen untuk pendidikan, jadi bukankah di tingkat kabupaten, kota maupun provinsi juga mempunyai anggaran untuk pendidikan. Jadi alangkah sangat bijaknya jika gaji mereka tersebut juga dianggarkan, sehingga tidak bergantung hanya dari dana BOS,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Kepala SMPN 1 Palembang Devi Emilya, Menurutnya, di sekolahnya terdapat 20-an honorer yang sebagian gajinya dibayarkan melalui dana BOS dan dana komite sekolah.

“Kalau memakai dana BOS saja sangat kurang. Hanya 10 orang honorer yang gajinya dibayar menggunakan dana BOS dan sisanya menggunakan dana komite, setiap honorer memperoleh gaji antara Rp705 ribu hingga satu juta rupiah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Palembang Ahmad Zulinto menambahkan, pihaknya telah beraudiensi dengan pihak terkait mengenai kesejahteraan honorer di Palembang. Sejauh ini Pemerintah Kota Palembang telah menyiapkan insentif tambahan sebesar Rp500 ribu.

“Ke depan, kita juga berencana meyiapkan insentif tambahan untuk honorer selain K2 yang sudah dianggarkan insentifnya oleh Pemerintah Kota Palembang. Saya berharap agar segera terealisasi,” katanya.korankito.com/ejak