Suasana Duka Selimuti Kediaman Korban Tersambar Petir

TERSAMBAR PETIR : Korban tersambar petir M Ramadhan tengah disemayamkan di rumah duka di Desa Babat, Kecamatan Penukal, PALI, Ahad (12/3). Foto/ Imam

PALI – Duka mendalam dirasakan seluruh keluarga tujuh korban tersambar petir di Lahat, tidak terkecuali bagi Rozali ayah Muhammad Ramadhan Pratama.

Menurut Razali, anaknya berpamitan pergi ke Lahat bersama enam temannya untuk liuran akhir pekan. “Mereka merental mobil untuk diantar ke Lahat, berangkat dari rumah kemarin (Sabtu, 11/3), pagi sekitar pukul 07.00. Anak saya berpamitan akan mengisi liburan untuk mendaki Gunung Jempol dan Bukit Besak yang ada di Kabupaten Lahat. Tapi sekitar pukul 23:00 tadi malam (Sabtu, 11/3) kami sekeluarga mendapat kabar bahwa rombongan anak kami terkena musibah,” ungkapnya dengan bercucuran air mata, Ahad (12/3).

Dikatakannya, bahwa malam itu juga, keluarganya sudah mengetahui bahwa anaknya telah meninggal dunia akibat tersambar petir. “Begitu kami mendapat kabar, kami langsung bergegas menuju ke Kabupaten Lahat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ramadhan merupakan pelajar kelas X SMKN 1 Penukal, jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) merupakan salah satu dari tiga korban tewas tersambar petir. Mereka gelar perkemahan di Bukit Besak, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sabtu malam (11/3) sekitar pukul 18.30WIB. Sementara empat pelajar lainnya selamat karena saat petir menyambar, mereka berada dalam tenda.

Ketiga pelajar SMKN Penukal  yang meninggal tersebut yakni M. Ramadhan (16) asal Desa Babat, Kecamatan Penukal;  Almaheda (16) dari Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab dan Sangkut (16) asal Desa Gunung Raja Kecamatan Penukal.

Sementara empat pelajar yang selamat, informasi terakhir yang didapat korankito.com masih dalam perawatan di RSUD Lahat.(korankito.com/imam)