Sirkuit MotoGP Sumsel Berawal dari Obrolan Iseng

Ketua Umum IMI Pusat Sadikin Aksa saat memberikan sambutan dalam acara pelantikan pengurus IMI Sumsel.foto/resha

Palembang-Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa tak menyangka, candaannya soal MotoGP dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin akan menjadi kenyataan 2018 mendatang. Aksa mengakui awalnya konsep sirkuit MotoGP dari pembicaraan iseng dirinya bersama Alex Noerdin.

“Waktu saya ketemu pada saat event motocross Asia. Saya ngobrol dengan Bapak (Alex Noerdin-red), kata saya kenapa tidak buat event yang paling besar? Karena penggemar MotoGP dan motorcross terbanyak dari Indonesia,” ujarnya di sela-sela pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI Sumsel, Sabtu (11/3) malam.

Gubernur Alex waktu itu tertarik. Apalagi, penonton MotoGP merupakan paling banyak kedua setelah penggemar olahraga sepakbola. Setelah itu, ia membicarakan rencana tersebut menjadi program IMI secara nyata.

“Alhamdulillah, akhirnya IMI diminta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk membawa MotoGP ke Indonesia,” tambahnya.

Tahap awal organisasi yang menaungi olahraga mobil dan motor ini mengevaluasi sirkuit motor yang ada di Sentul. Kemudian, mereka melirik ke Stadion Gelora Bung Karno Jakarta. “Namun saya lihat berbahaya. Karena MotoGP itu ga bisa di jalan raya. Harus ada zona safety-nya,” tegasnya.

Akhirnya dalam satu kesempatan, ia bertemu kembali dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan terjadi kesepakatan yang dulunya pernah dibincangkan. “Ini merupakan salah satu program IMI, untuk mendatangkan event Internasional di Indonesia,” ujarnya.

Ia bersyukur dan meminta kepada pihak terkait terutama kepada Pengprov yang baru saja dilantik untuk membantu program MotoGP di Palembang.

Sementara itu, Ketua Umum IMI Sumsel Augie Bunyamin Yahya menegaskan kepengurusannya siap untuk membantu pemerintah dalam menyukseskan pagelaran MotoGP 2018.korankito.com/resha