Dianiaya Terduga Preman Kampung, Harun Sambangi Mapolresta

LAPOR KE POLISI : Harun adukan seorang terduga preman kampung ke Mapolresta, Ahad (12/3). Foto/Denny

Palembang – Seorang warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Harun (28) datangi Mapolretas Palembang, Ahad (12/3), mengadukan perbuatan seseorang yang diduga preman kampung yang telah menganiayanya.

Menurut Harun, kejadian tersebut bermula saat hendak pulang ke rumah orang tuanya, Sabtu (11/3) sekitar pukul 17.00, kebetulan diperjalanan berpapasan dengan seorang yang diduga preman kampung YT (33).

“Waktu di dalam lorong rumah saya, kami berpapasan. Dia langsung memanggil saya dan mengajak pergi. Tetapi, saya tidak mau ikut dia,” jelas korban saat memberikan keterangan di hadapan petugas piket.

Karena korban enggan memenuhi keinginannya, YT langsung menarik Harun ke tempat yang sepi. Saat itulah, ia dipukul terlapor secara berulang kali hingga korban mengalami luka memar di tubuh. “Saya tidak mau ikut dengannya dan tidak tau juga dmau diajaknya kemana. Memang, dia sering mukuli saya tanpa sebab. Saya ini memang sering jadi bulan-bulanan dia, kalau tidak mau mengikuti kemauannya,” kata Harun.

Harun mengungkapkan, tidak ada yang berani melawan YT, dikarena ia mempunyai banyak keluarga. Bahkan, saat hendak dilaporkan ke polisi terlapor sempat mengancam tidak akan takut dilaporkan. “Dia itu memang preman di kampung itu, tidak ada yang berani melawan dia. Sudah banyak yang sering dipukuli, tetapi satupun tidak ada yang berani melapor ke polisi,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan dari korban. “Laporannya sudah kami terima dan akan segera di proses,” tutup Marully. (korankito.com/denny)