Bupati PALI Perintahkan Dinas Terkait Bantu Korban Tersambar Petir

salah satu korban yang tersambar petir.ist

PALI-Bumi Serepat Serasan berduka menyusul musibah tiga pelajar SMKN I Penukal Kabupaten PALI yang tewas tersambar petir saat mendaki Bukit Besak di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Menanggapi musibah ini Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo langsung memerintahkan dinas terkait untuk terjun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan Sat Pol PP diperintahkan untuk melakukan penjemputan ketiga jenazah korban meninggal dan mengurus korban yang selamat.

Satuan Polisi Pamong Peraja (Sat Pol-PP) diperintahkan untuk membantu proses evakuasi sampai pemakaman korban. Sementara Dinkes akan melakukan langkah-langkah pengobatan dan pemulihan korban yang selamat.

“Kami sangat berduka atas musibah yang menyebabkan meninggalnya tiga putra kabupaten PALI ini,” kata Heri Amalindo.

Sebagai bentuk kepededulian, Pemkab memerintahkan jajarannya untuk melakukan upaya penjemputan korban. “Sudah menjadi kewajiban kami selaku pemerintah daerah untuk melayani masyarakat. Untuk itu kami memerintahkan jajaran kami untuk melakukan penjemputan korban. Apalagi para korban adalah pelajar, yang nota bene adalah generasi penerus sekaligus putra terbaik kabupaten kami,” ujar Bupati Heri Amalindo

Selain melakukan penjemputan dan proses pengobatan, Bupati Heri Amalindo juga akan mengunjungi langsung rumah korban yang meninggal juga korban yang dirawat.

Menurut informasi yang dihimpun, ketujuh pelajar tersebut melakukan pendakian di Bukit Besak. Namun sekitar pukul 18.30, cuaca sangat buruk dan turun hujan lebat disertai petir, sehingga tiga dari tujuh orang pendaki tersebut tersambar petir dan meninggal di lokasi kejadian.

“Para korban sedang memasang tenda, tiba–tiba saja mereka tersambar petir, salah satu korban meninggal ada yang terpental sangat tinggi,” ujar teman korban.

Ketiga pelajar SMKN Penukal  yang meninggal tersebut adalah M Ramadhan (16),  Almaheda (16), Sangkut. Sedangkan keempat korban yang selamat yakni bernama Rudi Sanjaya, Reni Gayatri, Wawan, dan Ayu Hanggari.

Terpisah Kepala Sekolah SMKN I Penukal, Jon Areli SPd, melalui Humas SMKN I Penukal Elin Mursalin, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut. Kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan resmi sekolah. “Kalau sekolah tahu pasti dilarang,” katanya.korankito.com/imam