Pangkep 33 Ramaikan Pasar Kuliner Palembang

Palembang – Bisnis kuliner di Kota Palembang sangat menjanjikan. Hampir di setiap pusat perbelanjaan modern atau mall muncul restoran baru. General Manager (GM) Business Development Pangkep 33 Mrs Lila Waworuntu mengungkapkan menjamurnya bisnis kuliner tidak terlepas dari masyarakat perkotaan yang sangat menyukai makan di restoran-restoran.

Hal ini yang mendasari Irwan Kaley dan Wantin Shintawaty membuka bisnis kuliner Pangkep 33. Mengusung konsep restoran yang elegan dan homie, Pangkep 33 merupakan perpaduan daerah Makasar yang bercitarasa pedas dengan menu seafood.

“Untuk di Palembang Pangkep 33 ini merupakan cabang Franchise ke 3 di luar Pulau Jawa,” ungkapnya di sela pembukaan Restoran Pangkep 33 Seafood & Pindang yang berlokasi di Social Market (SOMA) Shopping Mall di Jalan Veteran No 9 Palembang, Sabtu (11/3).

Lila menjelaskan Restoran Pangkep 33 merupakan restoran khas Makasar. Dimana saat ini sudah memiliki tiga cabang dengan dua franchise.

“Dengan visi dan misi ingin menjadi pelopor masakan Indonesia yang menggunakan kekayaan dan keanekaragaman sumber daya laut,” jelasnya.

Menghadirkan menu andalan sea food seperti Cumi Mentega, Aji-Aji Bakar Rica dan Kepiting Lada Hitam dengan sambel cobek terasi, sambel terong balado dan sayur asamnya. Jelas Lila konsep seafood restorannya sangat berbeda dari restoran lainnya. Kalau ditempat biasa hanya sekedar seafod. “Kita ada ciri khas sendiri yakni khas makasar yang terletak pada bumbu, rasa dan varian,” katanya.

Restorannya tidak sembarangan dalam menyajikan menunya. Hal ini dikarenakan pihaknya selalu mengutamakan kualitas produk dimana menu baru akan disajikan seauai dengan pesanan konsumen. Apakah menu dengan olahan bakar, kuah, saos dan goreng.

“Kita akan berikan edukasi saat akan menyajikan daftar menu pesanan, konsumen juga akan diberi pengetahuan mengenai olahan makanan seafood yang sesuai dengan metode cara memasaknya,” jelasnya.

“Setidaknya para pencari kerja bisa menjadi karyawan di sini. Dan ini akan mengurangi tingkat pencari kerja.”korankito.com/ria