Bisa Dipercaya

Tukang Parkir Ditembak Orang Tak Dikenal

Palembang-Penggunaan senjata api atau pistol di Kota Palembang ini sepertinya mudah dilakukan. Padahal, penggunaan senpi itu dilarang oleh Undang Undang. Namun, kenyataannya penggunaan senpi masih saja marak. Tengok saja aksi koboi bak di dalam film-film eksyen terjadi di Kota Palembang. Kali ini korbannya Murban (29), seorang juruparkir yang berada di kawasan Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, Jum’at (10/3).

Akibatnya, warga Jalan Faqih Usman, Lorong Jaya Laksana, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang harus mengalami luka tembak di bagian paha sebelah kiri usai ditembaki koboi tersebut.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

Berdasarkan data dihimpun, peristiwa naas menimpa korban berawal saat ia sedang menjaga parkir di kawasan 7 Ulu, tepatnya bawah Jembatan Ampera, Kecamatan SU I Palembang, sekitar pukul 09.00.

Tak lama berselang, datanglah seorang laki-laki menghampiri dirinya. “Saya kira dia mau mudik, jadi saya bilang mau kemana pak. Namun, dia malah berkata mana tukang parkir, saya mau minta uang,” ucap korban saat ditemui di RSUD Palembang BARI.

Lalu Murban pun mengatakan tidak memilik uang. Mendengar ucapan korban, pelaku langsung memegang pistol dan sambil memutar-mutar pistol tersebut di hadapan korban.

“Dia langsung mengeluarkan pistol dari pinggangnya. Sambil diputar-putarnya dia bilang, jangan melawan atau kau mau aku tembak,” kata Murban menirukan perkataan pelaku.

Bapak dua anak ini menambahkan, pelaku langsung menembak kaki korban menggunakan senjata api. Akibatnya korban mengalami luka di paha sebelah kiri akibat tembakan tersebut.

“Dengan dibantu warga di sana, saya akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit. Saya tidak kenal dengan dia,dan saya juga merasa selama ini tidak ada musuh,” jelas korban.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporannya tersebut. “Tim Inafis dan SPKT Polresta Palembang sudah langsung turun kelapangan. Dan saat ini kita masih menyelidiki kasus tersebut,” ungkap dia. (korankito.com/denny)