Bisa Dipercaya

Terima Suap dari Samsung, Presiden Korsel Dilengserkan

Presiden Korsel Park Geun-Hye.ist

Seoul – Mahkamah Konstitusi Korea Selatan (Korsel) memutuskan memperkuat pemakzulan Presiden Korsel Park Geun-Hye. Dengan putusan ini berarti Presiden Park resmi lengser dari jabatannya setelah terjerat skandal korupsi yang melibatkan perusahaan konglomerat Korsel.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (10/3), pembacaan putusan akhir ini digelar di kantor Mahkamah Konstitusional Korsel di Seoul pada Jumat (10/3) pagi waktu setempat. Ketua hakim konstitusi Korsel, Lee Jung-Mi mulai membacakan putusan sejak pukul 11.00 waktu setempat.

Berita Sejenis
1 daripada 3.076

“Tindakan (Presiden) Park ini secara serius merusak semangat demokrasi dan penegakan hukum,” tegas hakim Lee saat membacakan putusannya. “Presiden Park Geun-Hye telah dicopot.”

Kondisi ini membuat Presiden Park mencetak sejarah sebagai pemimpin pertama yang dimakzulkan setelah terpilih secara demokratis di Korsel. Dengan dimakzulkannya Presiden Park, maka selanjutnya akan digelar pemilihan presiden yang baru. Menurut Konstitusi Korsel, pemilu presiden harus sudah digelar dalam waktu 60 hari ke depan.

Putusan Mahkamah Konstitusional ini memperkuat hasil voting parlemen Korsel yang digelar pada 9 November 2016 lalu. Parlemen Korsel secara mayoritas menyetujui pemakzulan Presiden Park yang terseret skandal korupsi dan kolusi yang berpusat pada teman dekatnya, Choi Soon-Sil.

Ribuan demonstran, baik yang mendukung maupun memprotes Presiden Park, berkumpul di luar gedung mahkamah sejak pagi. Mereka dikawal oleh sejumlah besar personel kepolisian yang mengawal jalanan di sekitar gedung.

Sebelumnya kantor jaksa khusus Korea Selatan menyatakan Presiden Park Geun-Hye memang berkolusi dengan sahabatnya Choi Soon-Sil dalam menerima suap dari Samsung Group. Hal ini merupakan kesimpulan jaksa dalam skandal korupsi yang menyeret Presiden Park.

Dituturkan jaksa khusus Korsel, Park Young-Soo, seperti dilansir Reuters, Senin (6/3), kesimpulan ini membuka jalan bagi jaksa untuk menyelidiki lebih lanjut Presiden Park.
Dalam pernyataannya yang merinci hasil penyelidikan, kantor jaksa khusus Korsel menyatakan Presiden Park dan Choi Soon-Sil menerima suap dari Samsung Group, demi memperkuat posisi Wakil Direktur Samsung Group Lee Jay-Yong terhadap perusahaan konglomerat lainnya di Korsel.

Lee Jay-Yong atau Jay Y Lee merupakan ahli waris dan satu-satunya anak laki-laki dari CEO Samsung Group, Lee Kun-Hee, yang sejak tahun 2014 dirawat di rumah sakit usai terkena serangan jantung. Dengan kondisi ayahnya yang sakit, Lee Jay-Yong menjabat sebagai de facto direktur Samsung Group.

Kesimpulan kantor jaksa khusus juga menyebut bahwa Badan Pensiun Nasional (NPS) sengaja mendukung merger dua anak perusahaan Samsung Group, meskipun diketahui merger itu memicu kerugiaan hingga 138,8 miliar won. Langkah tersebut diambil untuk kepentingan Samsung Group.

“Wakil Direktur Samsung Group Lee Jae-Yong berkolusi dengan sejumlah pihak lainnya, termasuk kepala kantor strategi korporasi Choi Gee-Sung untuk menyuap Presiden (Park) dan Choi Soon-Sil, dengan tujuan meminta dukungan untuk suksesinya, dengan menggelapkan dana korporasi,” sebut jaksa Park Young-Soo.
Lee (48) menjanjikan 43 miliar won sebagai ‘imbalan’ untuk dukungan Presiden Park dan Choi Soon-Sil dalam sejumlah langkah memperkuat posisinya dalam dunia bisnis di Korsel. Salah satu langkah yang dimaksud adalah merger dua anak perusahaan Samsung tahun 2015 dan pencatatan saham domestik untuk perusahaan obat Samsung Biologics Cfo Ltd, yang mengalami kerugian tahun 2016.berbagai sumber/drsd