Merasa Dicatut Dalam Kasus Korupsi e-KTP, Marzuki Alie Bakal Lapor Polisi

Marzuki Alie

Jakarta – Mantan Ketua DPR Marzuki Alie bertekad melaporkan dua terdakwa kasus korupsi e-KTP, Imran dan Sugiharto serta Andi Agustinus alias Andi Narogong ke Bareskrim Polri, Jumat (10/3) pagi. Andi Narogong disebut sebagai pengusaha rekanan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) di pusaran mega proyek e-KTP.

Sejumlah nama besar termasuk nama Marzuki mencuat dalam sidang perdana e-KTP, Kamis (9/3). Dia juga disebut menerima uang sebesar Rp20 miliar dalam kasus tersebut. Nama Andi Agustinus alias Andi Narogong paling mendominasi dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut KPK.

 

“Iya, nanti di Bareskrim. Melaporkan Andi Narogong dan kedua terdakwa,” ungkap Marzuki sepeti dikutip detikcom, Jumat (10/3).

Marzuki mengaku namanya dicatut sehingga akan melaporkan Andi Narogong dan Irman serta Sugiharto. Di surat dakwaan, Marzuki berada di urutan ke-28 yang disebut sebagai penikmat aliran uang korupsi proyek e-KTP.

“Saat itu saya masih jadi ketua (DPR), menurut dia (saya) meminta dana Rp 20 miliar, kan dibagikan, yang akan dibagikan lho, dengan tuduhan nama saya. Kan berarti mencatut nama saya,” ujar Marzuki.

“(Yang dilaporkan) kedua adalah kedua terdakwa kenapa dia tanpa ngecek membuat statement lagi dalam dakwaan,” imbuhnya.

 

Akan ada banyak pasal yang dilaporkan Marzuki terhadap Andi Narogong dan 2 terdakwa di kasus yang merugikan negara sebanyak Rp2,3 triliun itu. “Oh banyak pasal,” tuturnya.

Marzuki mengaku tidak mengenal Andi Narogong. Untuk itu ia membantah telah menerima uang di kasus e-KTP itu. “Manusianya saja saya tidak tahu, muka saja nggak tahu, komunikasi nggak ada, lobi-lobi nggak ada,” kata Marzuki.

 

Politikus Partai Demokrat itu bertekad menjadikan Andi Narogong sebagai tersangka. Mengingat Andi belum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus e-KTP yang menyeret banyak nama politisi. “Iya (merasa dicatut), kan dia belum jadi tersangka kan. Bisa jadi tersangka dia,” pungkasnya.drsd/berbagai sumber