Masyarakat Bayung Lencir Keluhkan Limbah PT DSSP Power

CERMARKAN LIMBAH: Limbah lumpur dan batu bara PT DSSP Power Sumsel diduga pengaruhi rusaknya kebun karet warga. Foto/Heri

 

Muba – Sejumlah warga keluhkan limbah lumpur dan batu bara PT DSSP Power atau PLTU mulut tambang yang beroperasi di Dusun II, Desa Sidang Marga, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Seorang warga Desa Kali Berau, Bayung Lincir Soleman (60) mengungkapkan, limbah perusahaan tersebut sangat mengganggu dan diduga memberikan dampak terjadinya penurunan hasil perkebunan. ‘’Getah karet dari kebun kami terus berkurang, karena banyak pohon karet yang mati. Sejak 2014 hingga saat ini sekitar 3 hektare lahan karet kami mati,’’ paparnya, Jumat (10/3).

Selain itu, tambahnya, usaha warga berupa warung kopi sebagian besar tutup karena tidak nyaman dengan banyaknya debu terpaan kendaraan proyek PT DSSP Power Sumsel. Demikian pula dengan kondisi air Sungai Oncan dan Sungai Mendis diduga telah tercemar limbah PT DSSP Power Sumsel sehingga tidak bisa digunakan lagi oleh masyarakat. “Kami menuntut pada pihak manajemen PT DSSP Power Sumsel, segera menganti rugi lahan yang terkena dampak perusahan ini, “ ujar Soleman yang telah membuka perkebunan sejak 1980 dengan luas 9 hektare.

Sementara itu petugas yang mengurus limbah PT DSSP Power Sumsel Hadi A Halim mengatakan, keluhan warga sudah disampaikan ke pihak Kecamatan Banyung Lencir dan DPRD Muba. Kemudian dilakukan rapat yang dipimpin Ketua DPRD Muba Abu Sari Burhan dihadiri anggota Komisi III, Dinas BLH Muba, pihak kecamatan serta perwakilan perusahaan. “Dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Muba, akan turun kelokasi mengecek permasalahan lahan  yang tercemar  limbah lumpur dan batu bara,’’ ujar Hadi kepada Koran Kito.

Ia juga menyebutkan, sebelumnya juga telah melakukan mediasi di kantor camat Bayung Lencir yang lansung di pimpin camat Alamsyah Rianda mengharapkan, pihak perusahan dapat menyelesaikan permasalahan ini, jangan sampai hal ini menjadi dampak kronis ke masyarakat.(korankito.com/heri)