Kondisi Korban Salah Tembak Berangsur Membaik

Kondisi rumah Pani Karsa, korban salah tembak di Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, atap rumahnya jebol akibat tembakan senjata api dari anggota Polres Empatlawang.foto/rodi

Empatlawang-Kondisi Pani Karsa (26), warga Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, yang menjadi korban salah tembak anggota Polres Empatlawang, Jumat (10/3), berangsur baik.

Kepala Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling Hernain Zakaria, mengatakan, warganya yang mengalami luka tembak saat ini dibawa oleh pihak keluarga ke Muara Kati, Kabupaten Musirawas.

“Tadi pagi dapat telepon dari pihak keluarga, Pani Karsa kondisinya sudah mulai membaik, untuk peluru di bagian paha kiri luar sudah dicabut,” kata Hernian saat dihubungi via ponselnya, Jumat (10/3).

Pihak keluarga, kata Hernain, membawa Pani Karsa ke Muara Kati, Kabupaten Musirawas, untuk menghindari kondisi di desa Suka Kaya yang sempat panas dan juga untuk mengobati Pani Karsa.

“Kalau kondisi di desa kami sekarang sudah kondusif. Pihak keluarga sudah menyerahkan permasalahan ini, kepada pemerintahan desa,” ucapnya.

Dirinya pun sudah meminta kepada warga di desanya, agar tidak mudah terpancing emosi sehingga terjadinya keributan lagi. “Alhamdulillah warga kami sudah menyerahkan permasalahan ini kepada saya (Kades). Jadi akan kita cari jalan yang terbaik, agar tidak kembali terjadinya keributan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Empat Lawang AKBP Bayu Dewantoro mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak keluarga masalah pengobatan Polres Empatlawang siap menanggung biayanya.

“Monggo mau berobat dimana apa di Tebing Tinggi atau di Kota Lubuklinggau, kami (Polres Empat Lawang) sudah menyampaikan akan menanggung biaya pengobatan,” ujar Bayu.

Lalu, bagaimana dengan proses hukum selanjutnya? Bayu menerangkan, untuk proses hukum itu di kepolisian bukanlah menjadi yang paling utama , yang terpenting yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, salah satunya yakni agar terbentuknya lingkungan yang kondusif.

“Yang terpenting itu kondusif terlebih dahulu, setelah itu kita berikan pelayanan kepada masyarakat, salah satu bentuknya ya itu tadi kami siap menanggung biaya pengobatan warga yang ditembak kemarin,” jelasnya.

Untuk proses hukum sendiri, pihaknya saat ini sudah melengkapi barang bukti dan memeriksa saksi-saksi. “Saksi-saksinya ya anggota kita sendiri, saksi pun sudah diperiksa Propam,” pungkasnya.korankito.com/rodi