Jembatan Rusak, Petani Kesulitan Angkut Hasil Panen

Jembatan rusak.foto/heri

Banyuasin-Petani di Desa Santan Sari menjerit. Pasalnya sawah mereka diserang tikus dan hasil panen yang cuma sedikit sulit diangkut karena satu-satunya jembatan nyaris ambruk.

Jembatan penyeberangan sepanjang 7 meter yang menjadi akses bagi ratusan petani yang hendak ke sawah di Gapoktan Rangga Sentosa Desa Santan Sari, Kecamatan Sembawa kondisinya sudah rusak parah. Tiang jembatan miring dan lantainya banyak yang patah. Kendaraan roda dua saja tidak bisa melintas. Jembatan kayu tersebut  bantuan Yang Anton Ferdian sebelum mencalonkan diri sebagai bupati Banyuasin, 2013 lalu.

Ketua Gapoktan Rangga Sentosa, Ismail mengatakan, jembatan tidak diperbaiki padahal menjadi urat nadi petani. “Petani nangis melihat kondisi ini, tanaman padi dimakan tikus, hasilnya yang sedikit sulit diangkut karena jembatan rusak,” ujarnya,  Jumat (10/3).

Sebenarnya, para petani telah berencana membangun sendiri jembatan itu dengan cara patungan. “Tapi serangan tikus membuat banyak sawah yang tidak bisa dipanen. Jangankan  bangun jembatan, untuk kebutuhan sehari-hari saja sepertinya jauh dari cukup. Kami harap pemerintah bisa membantu,” katanya.

Sementara itu Ketua BPD Desa Santan Sari,  Eko mengatakan, bantuan jembatan sudah lewat waktu, apalagi memang anggaran desa banyak yang dipangkas pemerintah.

“Kalau pihak desa belum bisa membantu, karena pembahasan RPJM desa sudah lewat, saya sarankan minta bantu ke PT Perkebunan, nanti desa yang minta ke perusahaan,” jelas Eko.korankito.com/heri