Bisa Dipercaya

Jalan Jenderal Sudirman Kembali Dipercantik

Kepala Bappeda Kota Palembang M Sapri Nungcik. Foto/Ria

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali melanjutkan pembangunan pedestrian untuk pejalan kaki di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Pembangunan pedestrian ini sebelumnya baru menyelesaikan satu sisi saja di sebelah kanan atau dari depan Pasar Cinde sampai depan Apotik Ogan dengan panjang lebih kurang 400 meter.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palembang M Sapri Nungcik. Menurutnya, pembangunan pedestrian sepanjang Jalan Jenderal Sudirman ini pengerjaanya sudah dimulai.

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Pengerjaan pedestrian ini akan dilanjutkan sampai area pertokoan di Masjid Agung dan memutar lagi sampai pertokoan Bank Mandiri Pasar Cinde. “Untuk tipenya sendiri, konsepnya masih sama seperti pedestrian yang sudah selesai sebelumnya,” ungkapnya, Jumat (10/3)

Pedestrian ini jelas Sapri, menggunakan dana bantuan dari Satker Perbaikan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Kementrian Pekerjaan Umum sebesar Rp 7 miliar. Jika pengerjaan pedestrian ini selesai, dapat segera dimanfaatkan oleh pejalan kaki.

“Untuk lebar dan tipenya masih sama. Panjang keseluruhan pedestrian sepanjang Jalan Jenderal Sudirman ini lebih kurang 1,5 km,” katanya.

Lebih lanjut tambah Sapri, pengerjaan pedestrian ini diharapkan selesai sebelum perhelatan Asian Games 2018 mendatang. Selain bisa untuk mempercantik kota Palembang, juga bisa dijadikan potensi wisata malam.

“Kalau pedestrian ini sudah selesai ditambah dengan selesainya pengecetan toko-toko, jadinya daerah sepanjang Jalan Sudirman ini akan kembali hidup dimalam hari,” katanya.

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, progres pengerjaan lanjutan pedestrian sepanjang Jalan Jenderal Sudirman sudah dimulai. Sedangkan untuk pengecetan toko-toko sudah hampir selesai.

“Dari 300 toko-toko yang ada disepanjang Jalan Jenderal Sudirman, tinggal 20 toko lagi yang belum di cat. Jadi sudah 95 persen,” jelasnya.

Adanya kendala toko-toko yang masih belum dilakukan pengecatan, dikarenakan kosong dan pemilik yang tidak berada di tempat. “Kalau yang bangunan kosong tetap akan kita data dan kita bantu untuk dilakukan pengecatan,” tukasnya. (korankito.com/ria)