Hibah Urung Diserahkan, Walikota Lubuklinggau Berang

Lubuklinggau – Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe berang lantaran bangunan eks kantor PU Kabupaten Musi Rawas yang dihibahkan untuk pembangunan ruang Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) atau TB MDR pada Rumah Sakit (RS) Siti Aisyah, Lubuklinggau urung diserahkan.

“Kalau tidak dikasihnya ya sudah, biar masyarakat sendiri yang menilai dengan tidak diserahkan berarti pembangunan program Kemenkes RI batal dilakukan di Lubuklinggau, biarlah masyarakat yang nilai, tidak usah pusing-pusing lagi, kalau tidak dikasih sudahlah, batal,” tegas Nanan – sapaan akrab wali kota Lubuklinggau – dengan nada kesal, Kamis (9/3).

Disampaikan Nanan, saat Plt Bupati Mura dijabat oleh Riki Junaidi bangunan tersebut sudah disetujui untuk diserahkan dan telah dilakukan peninjauan ke lokasi, tetapi sangat disayangkan saat ini kembali dipersoalkan.

Rupanya, perang dingin Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musirawas terkait asset hingga saat ini tak berkesudahan. Pemkot Lubuklinggau juga akan mempertanyakan perizinan Universitas Musi Rawas (Unmura) dan RS Sobirin Musi Rawas yang beroperasi di wilayah hukum Kota Lubuklinggau. Hal ini sebagai respon persoalan asset yang tak kunjung diserahkan.

“Soal asset saya tidak akan ambil pusing lagi, tapi sebagai kelahiran MusrRawas saya malu, kita malu, itu satu-satunya kabupaten yang belum memiliki perkantoran seutuhnya diwilayah sendiri,” paparnya Nanan saat diwawancarai awak media usai menghadiri pelantikan pengurus FKPPI Mura-Linggau-Muratara

Seperti diketahui, rencana pembangunan ruang penanganan pasien TB MDR RS Siti Aisyah Lubuklinggau telah disiapkan Kementerian Kesehatan dan dana dari the global found sebesar Rp 350 juta. Jika persoalan lahan tak kunjung rampung dalam waktu satu pekan ini maka proyek akan gagal.

Terpisah, Bupati Muara Enim Mudzakir Saisohar yang duduk bersebelahan dengan Walikota Lubuklinggau saat acara pelantikan pengurus cabang FKPPI, ikut menimpali pernyataan Nanan terkait persoalan aset Mura dan Lubuklinggau agar mencontoh ke Muara Enim dan Pali. “Lihat saja Pali sudah kami serahkan semua tidak ada yang tidak dikasih, sekarang sudah selesai semua, sudah dikasih ke Pali semua,” timpalnya. (korankito.com/dhia)