Di Bawah Ancaman Senpi, AW Dipaksa Berhubungan Intim

DIPERKOSA-AW melaporkan peristiwa perkosaan terhadap dirinya dengan ancaman senpi rakitan oleh pelaku, Polresta Palembang, Kamis (9/3). KORKIT/DENNY

Palembang – AW (26), seorang gadis yang tinggal di Jalan Faqih Usman, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, harus menelan pil pahit setelah diperkosa oleh SL (36), teman yang baru dikenalnya.

Mirisnya, korban dipaksa melayani nafsu bejat terlapor di bawah ancaman senjata api rakitan atau senpi. AW kemudian melaporkan ulah SL ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Kamis (9/3) sore.

Di hadapan petugas, korban mengatakan, kejadian naas yang menimpanya berawal saat ia baru saja pulang bekerja di toko pakaian di kawasan Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I, Palembang, Selasa (7/3) sore.

Tanpa diketahui, terlapor sudah menunggu korban di area parkir Pasar 16 Ilir. Seketika itu juga, SL langsung menodongkan senpi yang dibawanya ke arah SW, seraya mengatakan jangan berteriak.

“Tiba-tiba dia sudah ada di sana, saya tidak tahu kapan dia datang. Dia langsung menodongkan pistol yang dibawanya ke pinggang saya, dan berkata jangan melawan serta berteriak,” kata Aw menirukan ucapan SL.

Kemudian, SL mengajak korban naik angkutan kota jurusan Ampera-Terminal Karya Jaya. Namun belum tiba di terminal, terlapor berhenti di Km 7 Kertapati, Palembang.

“Setelah itu, kami naik bentor (becak motor-red) menuju ke penginapan di terminal Karyajaya. Dia mengajak menginap di sana, sempat saya tolak namun tetap memaksa saya,” tambahnya.

Saat berada di dalam kamar penginapan, SL memaksanya untuk melakukan hubungan badan layaknya pasangan suami istri. SW sempat menolak hingga terlapor marah dan memukulinya dengan besi.

“Dia memperkosa saya sebanyak dua kali di hotel itu. Paginya, saya minta izin untuk membeli obat karena perut saya sakit. Ketika itulah, saya kabur dan meminta bantuan kepada warga,” terang AW.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede menjelaskan pihaknya sudah menerima laporan korban. “Laporan sudah kita terima, dan akan segera kita lakukan penyelidikan,” katanya. (korankito.com/deny)