Bisa Dipercaya

PSSI Gelar Seleksi Kedua Timnas U-19 di Palembang

Palembang-Meskipun kerangka tim telah terbentuk, namun skuad timnas U-19 masih akan mengalami perubahan. Untuk itulah diadakan seleksi kedua guna melengkapi 40 pemain yang sebelumnya telah diseleksi langsung oleh headcoach Timnas U-19, Indra Sjafri.

Sebanyak 62 calon pemain dari empat Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI ikut ambil bagian dalam seleksi tersebut, seperti Asprov Sumsel, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. Seleksi dari Sumatera Bagian Selatan ini dilakukan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Kamis (9/3).

Berita Sejenis

Anda Pasangan Muda? Ini Pilihan Rumah Menarik untuk Anda

Polisi Linggau Belajar Mandikan Jenazah

Buron 8 Bulan, Pembobol Rumah Dipelor

1 daripada 3.083

“Sumsel sendiri mengirimkan 20 peserta. Inilah keuntungan menjadi tuan rumah seleknas di Sumsel. Kita bisa mengirim agak lebih,” ujar Ketua Bidang Pembinaan Asprov PSSI Sumsel Bambang Supriyanto.

Bambang mengatakan, peluang untuk masuk di skuad akan lebih besar jika porsi peserta yang dikirim juga banyak. Sesuai dengan target Ketua Asprov Sumsel, setidaknya ada dua orang yang bisa mewakili Sumsel di timnas U-19 itu.

“Untuk seleksi selanjutnya kita belum mengetahui secara pasti. Mudah-mudahan Sumsel banyak perwakilannya di timnas ini,” katanya.

Ke-62 peserta ini diseleksi menggunakan sistem trofeo. Dimana, mereka dibagi menjadi empat tim agar bisa bermain seperti laga sesungguhnya. Sehingga, para pemain diberi kesempatan untuk menunjukkan performanya sesuai dengan posisi masing-masing.

Sementara itu, Asisten pelatih Timnas U-19 yang hadir menyeleksi peserta Guntur menegaskan, tidak ada kuota khusus dalam fase ini. Mereka lebih memilih memberangkatkan calon pemain berpotensi ketimbang membatasi kuota.

“Kalau kita lihat, dari 62 peserta ini potensinya cukup menjanjikan. Tapi ada yang sebagian masih mentah. Disini letak PR keempat Asprov untuk mengembangkan potensi mereka. Di sini gak kalah kok dari Jawa,” ucapnya.

Para peserta  seleksi, lanjutnya, sebagian besar memiliki potensi, tinggal melihat bagaimana para peserta tadi mengembangkan kemampuan dasar dalam sepakbola. Hal itu penting untuk ditunjukkan pada panitia seleksi.

“Bagaimana mereka bermain sepakbola, seperti bertahan, menyerang kemudian elemen pendukung juga. Seperti semangat kerja keras, kemudian sikap bagaimana mereka berhubungan dengan yang lain, itu jadi elemen penting,” tukasnya. (korankito.com/resha)