Permen Dot Narkoba Beredar di Sumsel

Palembang – Permen berbentuk dot yang disinyalir mengandung narkoba telah beredar disejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). Setidaknya terjadi di Kota Palembang dan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),

Pantauan Koran Kito menunjukkan, permen narkoba tersebut ditemukan di depan sebuah sekolah dasar (SD) di kawasan Sekip Ujung, Palembang.

Menurut pengakuan seorang penjual jajanan anak di sekolah itu yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengaku, dirinya menjual permen tersebut sebab sangat digemari anak-anak. Namun ia tidak mengetahui kandungan apa saja yang ada di dalamnya. “Setelah menonton televisi dan membaca berita, saya baru tahu kalau itu berbahaya dan saya langsung dilarang pihak sekolah untuk menujal permen itu kembali,” terangnya.

Sedangkan salah satu wali murid Hasan mengungkapkan, bahwa anaknya pernah mengkonsumsi permen dot tersebut, namun ia tidak mengetahui jika permen tersebut mengandung zat berbahaya, sedangkan permen setoples yang ia belikan untuk anaknya tersebut sudah hampir habis. “Saya baru tahu kalau itu berbahaya untuk dikonsumsi. Jujur saya sangat resah dengan peredaran makanan yang tidak sehat ini. Jadi saya meminta agar pemerintah levih sigap lagi mengawasi peredaran jajanan dan makanan disini,” tuturnya dengan raut wajah lesu.

Wali Kota Palembang Harnojoyo melalui Kabag Protokol Pemerintah Kota Palembang Mustain mengatakan, pihak terkait akan bekerja sama dengan pihak sekolah, kecamatan dan kelurahan untuk terus melakukan pemantauan di lapangan terhadap maraknya hal itu. “Kita akan beri tindakan terhadap segala kemungkinan yang akan merusak generasi muda kita. Kami akan segera koordinasikan dengan pihak terkait agar melakukan penyisiran makanan dan jajanan tidak sehat di lingkungan sekolah, pasar dan tenpat keramaian lainnya,” pungkasnya.

Peredaran permen narkoba juga ditemukan di PALI. Tim gabungan pemerintah setempat yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), camat, lurah serta Polsek Talang Ubi, menyisir pusat pusat pemelajaan di wilayah Kecamatan Talang Ubi.

‘’Ada dua titik yang berhasil kami temukan permen seperti dalam pemberitaan yang ramai saat ini, sementara kita hanya beri arahan kepada pedagang agar tidak menjual permen tersebut,’’ ujar Kepala Disdagprin Lihan, Kamis (9/3).

Kemudian, paparnya, temuan tersebut diambil sampelnya untuk selanjutnya akan diserahkan ke BPOM Palembang demi mengetahui kandungan dalam permen tersebut. “Sudah kita ambil sampel lalu akan kita bawa ke Palembang untuk kita serahkan ke BPOM, agar kandungan dalam permen tersebut bisa jelas diketahui,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Muara Enim AKBP Hendra Gunawan SIK melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Victor Eduard Tondaes mengatakan, pihaknya hanya membackup Disdagprin dan Satpol-P dalam sidak permen yang diduga mengandung Narkoba. “Apabilah terjadi pelanggaran, pasti kita tindak, tetapi kegiatan ini hanya antisipasi maraknya peredaran permen diduga mengandung bahan narkoba. Untuk memastikan positif atau tidaknya permen tersebut mengandung bahan Narkoba atau bahan berbahaya lainnya yang berwenang adalah BPOM,’’ pungkasnya. (korankito.com/eja/imam)