Perizinan Belum Selesai, Revitalisasi Rusun Tertunda

Walikota Palembang Harnojoyo saat berkunjung ke kantor Perumnas

Palembang – Akibat belum selesainya perizinan, rencana revitalisasi Rusun Ilir Barat yang akan dilakukan pihak Perumnas selalu molor. Padahal revitalisasi itu sangat mendesak dilakukan sebelum perhelatan Asian Games 2018 digelar di Palembang. Sedikitnya waktu yang tersisa, maka selaku pengelola Rumah Susun (Rusun) Ilir Barat, pihak Perumnas pun hanya akan melakukan penataan.

Ditemui usai menerima kunjungan Walikota Palembang Harnojoyo ke kantor Perumnas, General Manager (GM) Perumnas Rahmad Budianto mengungkapkan, saat ini progres penataan revitalisasi Rusun Ilir Barat ini sudah sampai dalam proses pembuatan perizinan. Dimana dalam proses perizinan tersebut sudah sampai dalam tahap pembuatan Amdal. Jika perizinan telah selesai penataan atau revitalisasi baru bisa dilakukan.

Ia pun mengakui, selain proses perizinan yang masih belum kelar, juga dikarenakan ada perubahan dari sisi desain rusun. Itu dikarenakan Rusun Ilir Barat nantinya juga akan dipasarkan untuk kepentingan bisnis.

Sehingga perlu ada desain yang memang sesuai untuk menarik minat konsumen, baik yang ingin membeli maupun untuk penyewa. “Ya kita adakan revisi desain sedikit. Nantinya kan akan dipasarkan untuk unit-unit yang sederhana juga,”  jelasnya.

Jika perizinan dan desain sudah selesai, Budianto pun memastikan akan langsung melakukan revitalisasi rusun tersebut. “Kita upayakan dalam waktu dekat ini mengingat Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 nanti. Mudah-mudahan akhir tahun sudah bisa dilaksanakan,” ungkapnya, Kamis (9/3).

Diungkapkan Budianto, dari total 3.500 pemilik Rusun Ilir Barat, sudah hampir 80 persen yang bersedia untuk dilakukannya revitalisasi. Dengan begitu pihaknya hanya tinggal menunggu waktu saja untuk melakukannya.

Menurut Budianto, pengerjaan revitalisasi Rusun Ilir Barat tidak akan selesai sampai dengan pelaksanaan Asian Games mendatang. Karena itu, pihaknya untuk sementara hanya akan melakukan penataan sambil pengerjaan pembangunan Rusun Ilir Barat ini dilakukan secara bertahap.

“Nantinya akan kita bongkar dulu kawasan-kawasan yang memang diutamakan untuk revitalisasi lebih dulu. Sedangkan untuk kawasan yang belum terkena revitalisasi akan ditata agar terlihat cantik. Jangan sampai saat perhelatan Asian Games nanti terlihat kumuh dan kotor. Sehingga menghilangkan kesan bersih Kota Palembang,” ulasnya tanpa mau menyebutkan kawasan yang menjadi prioritas revitalisasi.

Lebih lanjut Budianto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan penggantian uang sewa kepada penghuni Rusun Ilir Barat jika pengerjaan revitalisasi akan segera dilakukan. Hal ini dikarenakan pihaknya tidak mampu untuk menyediakan tempat tinggal sementara selama pembangunan rusun dilakukan. Jadi penghuni maupun pemilik bisa mencari tempat tinggal sementara selama masa pengerjaan pembangunan Rusun Ilir Barat ini.

“Kita sediakan uang penggantian sewa antara Rp 5 juta sampai 15 juta tergantung dari tipe Rusun yang ada. Jadi tidak ada kendala untuk pemiliknya karena mereka akan mendapatkan gantinya,” katanya.

 

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo dalam kunjungannya ke kantor Perumnas mengatakan, sudah ada kemajuan mengenai progres pengerjaan revitalisasi Rumah Susun Ilir Barat ini. Dalam waktu dekat, Perumnas akan segera menata kawasan rusun mengingat Asian Games sudah semakin dekat.

“Ya minimal penataan sementara lah, kalaupun belum dibangun semuanya minimal saat Asian Games nanti sudah lebih rapi dari sebelumnya. Apalagi rusun ini termasuk wajah Kota Palembang,” kata Harnojoyo.

Dengan progres penyerahan sertifikat hak HGB pemilik rusun kepada pihak Perumnas tambah Harno, masyarakat penghuni maupun pemilik rusun ilir barat menyetujui untuk dilakukannya revitalisasi. Yang berarti tidak ada kendala untuk pengerjaan revitalisasi rusun ilir barat ini.

Hanya saja untuk sementara dibutuhkan penataan untuk rusun yang belum masuk kedalam prioritas pembangungan. “Kalau kita lihat sudah 80 persen yang mengumpulkan ini artinya mereka setuju,” tukasnya.

Salah satu penghuni Rusun Ilir Barat, Melly mengaku menyetujui revitalisasi rusun ilir barat. Hanya saja ia masih bertanya-tanya mengenai waktu pengerjaannya mengingat jika akan segera dikerjakan tentunya ia dan keluarganya harus segera bersiap-siap untuk mencari tempat tinggal sementara.

“Sampai saat ini tidak ada kejelasan dari Perumnas kapan akan merevitalisasi rusun ini. Mencari kontrakan itu tidak mudah ya, apalagi dengan status kami yang hanya sebagai penyewa tentu kami butuh persiapan,” ujarnya. (korankito.com/ria)