Buron Setahun, Ridho Dihadiahi Timah Panas

Ridho (26), tersangka kasus perampokan salon. Foto/denny

Palembang- Ridho (26), tersangka kasus perampokan salon milik Dehandra (23) yang terjadi satu tahun silam, harus dihadiahi timah oleh petugas Unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Palembang. Karena yang bersangkutan melakukan perlawanan dan mencoba kabur dari sergapan petugas kepolisian yang melakukan penangkapan di rumahnya Jalan DI Panjaitan, Lorong Sungai Gerong, Kecamatan Plaju Palembang, Rabu (8/3) siang.

Dihadapan petugas, Ridho mengakui perbuatannya. “Kami berempat pak, kejadiannya satu tahun yang lalu. Kami merampok salon milik waria di kawasan Kemuning,” ucapnya saat ditemui di Polresta Palembang.

Hanya saja, Ridho membantah kalau sudah menyekap korban. Menurutnya, ia hanya bertugas berjaga di luar melihat situasi. Sedangkan, ketiga temannya masuk ke dalam melancarkan aksi perampokan tersebut.

“Saya hanya menunggu di luar, berjaga-jaga kalau ada warga yang melihat aksi kami. Kami berempat, Doni Sen dan Jaka sudah tertangkap, satu lagi teman kami berinisial AC masih buron,” tambah Ridho.

Dari hasil perampokan itu, ia mendapatkan uang sebesar Rp 1,3 juta. “Uangnya sudah habis digunakan untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, karena saya tidak bekerja pak,” tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede melalu Kanit Pidum AKP Robert P Sihombing mengatakan tertangkapnya pelaku berawal dari laporan warga tahun 2016 silam.

“Hari ini, kita berhasil menangkap DPO kasus perampokan yang terjadi pada akhir Desember tahun 2015 kemarin. Pelaku, terpaksa kita berikan tindakan tegas karena melakukan perlawanan,” katanya saat dikonfirmasi.

Dikatakan Robert, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku berinisial AC yang saat ini masih buron.
“Akan terus, kita kejar. Dan Dari tangan pelaku, kita mengamankan satu unit sepeda motor,” tutupnya. (korankito.com/denny/***)