Anak Dibawa Kabur Adik Kandung

Palembang – Ibu mana yang tak sedih melihat anak semata wayangnya dilarikan orang. Termasuk Yulisti Yasmin alias Yulis (32) yang harus kehilangan anaknya M Abdurahaman Alfatih. Bocah yang baru berusia tiga bulan ini telah dibawa lari Meilani (30), yang tak lain bibi nya sendiri. Bahkan Meilani minta tebusan agar Abdurahaman bisa kembali kepada ibu kandungnya.

Yulis akhirnya melaporkan Meilani yang juga adik kandungnya ke polisi. Ditemui di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel, Kamis (8/3), Yulis menuturkan, kejadian berawal saat ia melahirkan anaknya pada 5 Desember 2016 lalu. Seiring berjalannya waktu, ia pun akhirnya curhat kepada adik kandungnya melalui jejaring sosial Facebook.

“Saat itu, saya curhat kalau saya ingin berkerja mencari uang. Namun, saya bingung bagaimana dengan anak saya itu karena harus minum ASI,” jelasnya.

Setelah curhat tersebut, Yulisti yang merupakan warga Jalan Gunung Meru, Plaju, Palembang, Meilani langsung menawarkan jasa agar anaknya tersebut diurusnya termasuk menanggung segala keperluan termasuk susu.

“Saat itu dia juga bilang, kapanpun saya mau menemui atau mengambil anak saya itu, dia selalu membolehkannya. Karena itu, saya pun akhirnya setuju dan hingga pada Rabu (11/1) sekitar pukul 21.00, adik saya itu pun datang ke rumah untuk mengambil anak saya itu,” terangnya.

Namun, sering waktu berjalan persisnya pada Minggu (26/2), Meilani tiba-tiba mengirim sebuah pesan pendek yang isinya mengatakan, jika ia ingin mengambil anaknya tersebut harus menebus sebesar Rp25 juta dan itu merupakan perintah dari suami adiknya tersebut, Sudi.

“Mendapat kabar tersebut, saya pun bersama ibu kami langsung mendatangi ke rumah adik saya itu di Desa SP 3, Lubuklinggau untuk mengambil anak saya. Sempat rebutan bahkan, adik saya itu juga sempat menyuruh suaminya, Sudi untuk menusuk ibu saya,” ungkapnya.

Karena takut, Yulis dan ibunya akhirnya mengalah dan meninggalkannya. “Setelah kejadian itu, mereka pergi tidak tahu ke mana dan di rumahnya sudah tidak ada. Tadi malam, saya hubungi nomor teleponnya juga sudah tidak aktif. Karena itu, saya melaporkannya ke Polda Sumsel ini,” tuturnya.

Laporan korban diterima pihak Kepolisian SPKT Polda Sumsel dengan bukti laporan LPB/173/III/2017 tertanggal 9 Maret 2017 dengan pasal 330 KUHP tentang mencabut orang yang belum dewasa dari kuasa yang sah. (korankito.com/kardo)