Sejarah Hari Musik Nasional

Ilustrasi/pixabay.com

Hari Musik Nasional (HMN) ditetapkan sebagai ajang perayaan untuk mengapresiasi karya-karya kreatif anak bangsa di bidang musik, sekaligus menunjukkan rasa bangga terhadap musik milik bangsa sendiri. Setidaknya musik karya anak bangsa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Tanggal 9 Maret dipilih menjadi Hari Musik Nasional karena pada tanggal tersebut merupakan kelahiran W.R. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Wage Rudolf Soepratman lahir pada 9 Maret 1903 dan wafat pada tahun 1938. Meskipun menjadi pencipta lagu kebangsaan, W.R. Soepratman tidak sempat menyaksikan lagu ciptaannya dikumandangkan pada hari pembacaan teks proklamasi, 17 Agustus 1945.

Seperti dikutip dari historia.id. Sebenarnya, HMN sudah dicanangkan oleh Presiden Indonesia ke-5 Megawati Sukarnoputri di Istana Negara, Jakarta, pada 10 Maret 2003. Ditandai dengan pemencetan tombol situs resmi Persatuan Artis, Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). PAPPRI, yang berdiri pada 18 Juni 1986, mengusulkan perlunya HMN dalam kongresnya ketiga tahun 1998 dan kongres keempat tahun 2002, dan baru terealisasi pada tahun 2003.

 

Hari Musik Nasional ini ditetapkan jatuh pada tanggal 9 Maret oleh mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 sebagai upaya meningkatkan apresiasi terhadap musik nasional

Nah, Itu tadi sejarah singkat tentang ditetapkannya Hari Musik Nasional (HMN).

Maju terus musik Indonesia!

(korankito.com/berbagaisumber/***)