PLN Palembang Janji Listrik Stabil Saat UNBK

AUDENSI: Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel Widodo (ketiga dari kiri) bersama jajaran beraudensi dengan PLN Area Palembang, Rabu (8/3). Foto/ Eja

Palembang – Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Palembang janjikan tidak ada pemadaman listrik saat pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berlangsung.
Hal ini diungkapkan oleh Supervisor Operasi pengatur jaringan PLN Area Palembang Ari Atmaja seusai beraudiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo dan jajarannya, Rabu (8/3).
Menurut Ari Atmaja, Disdik itu satu satu atap dengan pemerintahan, maka PLN akan mensupports apapun kegiatan Disdik artinya selama ujian berlangsung pihaknya tidak akan memadamkan listrik di area sekolah penyelenggara UNBK.

“Selama UNBK berlangsung, kami (PLN) berkomitmen tidak ada pemeliharaan dan pemadaman di jalur sekolah yang menyelenggarakan. Yang ditakutkan itu masalah alam yang tidak bersahabat, makanya kita minta sekolah juga menyiapkan mesin genset,” terangnya, di kantor PLN area Palembang di Jalan Kapten A. Rivai, Rabu (8/03).

Ia mengatakan, pihaknya melakukan persiapan khusus sebelum ujian berlangsung yakni melakukan pemeliharaan terlebih dahulu di titik-titik yang rawan tertimpa pohon tumbang dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penambahan daya belum dlakukan, sebab daya di Kota Palembang sudah cukup.
“Kami hanya meminta daftar sekolah dan alamatnya, jadi kami lebih mudah melakukan pemeliharaan sebelum pelaksanaan. Kalau pun ada hal di luar teknis, maka kami siap menindaknya sesegera mungkin agar ujian tidak terhambat. Maka dari itu, kita juga minta sekolah untuk melakukan simulasi jika listrik padam saat ujian,” tegasnya.
Sementara itu, Kadisdik Sumsel Widodo menambahkan, memang benar pihaknya meminta PLN agar tidak ada pemadaman bergilir selama UNBK. Selain itu, pihaknya juga mendapat vendor dari penyedia jaringan dan pihaknya juga meminta agar jaringan tidak lelet saat pelaksanaan UNBK.
“Tahun kemarin tidak ada pemadaman dan untuk jaga-jaga kami beraudiensi dengan pihak PLN agar tidak ada pemadaman. Semua sekolah juga sudah diberi imbauan untuk mensimulasikan masalah pemadaman selama tiga menit. Selain itu kita juga sudah meminta kepada vendor penyedia jaringan agar tidak lelet saat pengunduhan soal melalui server,” pungkasnya.(korankito.com/eja)