Dua Bulan 57 Kasus Lakalantas di Kota Palembang

BANTUAN : Waka Polresta Palembang AKBP Iskandar F Sutikna (kanan) saat memberikan bantuan tongkat kruk kepada korban lakalantas, di Mapolresta palembang, Rabu (8/3). Foto Denny

Palembang – Sebanyak 57 peristiwa kecelakaan lalulintas terjadi di Kota Palembang dalam dua bulan terakhir.

Pada Januari terjadi 24 kecelakaan, mengakibatkan empat orang meninggal dunia, 21 luka berat dan 14 luka ringan dengan total kerugian materiil Rp 44, 250 juta. Sedangkan, Februari kasus kecelakaan meningkat menjadi 29 kasus, tiga korban meninggal dunia, 18 luka berat dan 25 luka ringan dengan kerugian materiil Rp157,800 juta, kemudian pekan pertama Maret ada empat kasus lakalantas.

Menyikapi tingginya kasus lakalantas di Kota Palembang, Satlantas Polresta Palembang bersama PT Raharja membentuk Komunitas Korban Kecelakaan Lakalantas. “Di Palembang ini hampir setiap hari terjadi laka. Seminggu rata-rata ada sepuluh laka yang terjadi,” ujar Waka Polresta Palembang AKBP Iskandar F Sutikna, saat ditemui usai acara di Aula Polresta Palembang, Rabu (8/3).

Ditambahkan Iskandar, kecelakaan tersebut disebabkan oleh pengendara sendiri yang tidak disiplin dalam berkendaraan dan sering melanggar lalu lintas, seperti bekendaraan dengan kecepatan tinggi dan lainnya.

Karena itu, lanjut Wakapolres, dibentuknya komunitas ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi para korban untuk saling support dan semangat kepada sesama korban. “Saya berharap komunitas ini dapat membangkitkan semangat bagi sesama korban, tak boleh kecewa minder dan juga contoh untuk agar masyarakat dapat mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas,” ungkapnya dalam acara yang dihadiri Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Harris Batara, Staff Ahli Walikota Rubinsi, Dinas Perhubungan Kota Palembang Zulkifli, Dinas Kesehatan Kota Palembang Alfandi, serta perwakilan komunitas sepeda motor dan mobil di kota Palembang.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumsel Taufik Adnan mengatakan pihaknya memberikan santunan kepada para korban kecelakaan lalu lintas ini. “Totak bantuan yang kita berikan yakni sebanyak 20 tongkat kruk dan empat kursi roda kepada para korban ini,” ujarnya.

Diakuinya, ini sebagai bentuk perhatian dari Jasa Raharja kepada korban kecelakaan lalu lintas. Bahkan ditahun ini sampai per Maret pihaknya pun telah membayar klaim atau santunan sebesar Rp 3,9 miliar kepada ahli waris korban meninggal dan korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas. “Kalau tahun lalu dari Januari hingga Desember, PT Jasa Raharja Cabang Sumsel telah membayarkan klaim (santunan) sebesar Rp 30, 558 Miliar,” ungkap Taufik.

Dalam kesempatan itu, Satlantas Polresta Palembang juga memberikan bantuan kepada delapan korban lakalantas yakni M. Indrayanto (42), Risa Novarinah (16), Siti Romela (38), Ulfia Wulan Sari (25), Arief Hidayat (21), Edi Yanto (57), Sadaria (67) dan Miranda Putri Arum (13). (korankito.com/denny)