23 SD di Ilir Timur I Ikuti Sosialisasi Pengisian Data UN

SOSIALISASI UN : Sebanyak 23 SD di IT I ikuti sosialisasi pengisian data UN, di Palembang, Rabu (8/3). Foto/Eja

Palembang – Sebanyak 23 sekolah dasar (SD) sederajat di wilayah Ilir Timur (IT) I ikuti sosialisasi pengisian data ujian sekolah dan nasional (US/N) 2017 di SDN 39 Palembang, Rabu (8/3).

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) IT 1 Palembang Zuraidah mengatakan, total SD yang terdata diwilayahnya berjumlah 23 sekolah dimana tujuh SD negeri dan sisanya swasta. “Setiap tahun kita bekerjasana dengan Disdik Palembang untuk mensosialisasikan cara pengisian atau entry data peserta ujian (DPU) kepada kepala sekolah dan operatornya. Hal ini sebagai upaya menekan kesalahan dalam entry data. Dan kalau tahun lalu ada kesalahan, maka pihak sekolah harus menjadikannya acuan agar tidak terjadi lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, pemateri sekaligus Kasi Kurikulum SD Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang Surmana menambahkan, aplikasi ini merupakan penyempurnaan aplikasi Bio UN tahun lalu. “Karena tiap tahun ada penyempurnaan maka kita lakukan sosialisasi dan pelatihan untuk pengisiannya,” tegasnya.

Menurutnya, kendala utama dalam entry DPU tersebut terletak pada kemampuan operator dan sarana prasarana pendukung yang tidak mencukupi. “Kesalahannya terlihat dari data Disdik dan yang di upload berbeda. Itu biasanya ada sedikit kesalahan ketik atau sewaktu me-link data saat sinkronisasi. Untuk batas akhir sekolah mengirim DPU-nya ke kami (Disdik Palembang) pada 4 April nanti,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala SDN 39 Palembang Linda Ermellya yang mengatakan, sebelumnya sudah mensosialisasikan kepada orang tua dan siswa terkait pengisian data anaknya agar mereka memberikan data yang lengkap, jelas dan benar. “Harapan kedepannya, supaya antara sekolah dengan Disdik bekerjasama dengan baik dalam membina operator dalam pengisian data. Selain itu, kami meminta agar dikeluarkan Perwali mengenai kesejahteraan operator, sebab saat ini kesejahteraan mereka hanya sekedar kebijakan dari kami (kepala sekolah) saja,” tuturnya. (korankito.com/eja)