Bisa Dipercaya

20 Kelurahan Dapat Bantuan Perbaikan Kawasan Kumuh

PROGRAM NUSP: Salah satu sudut kawasan kumuh di Kota Palembang, Rabu (8/3). Foto/Ria

Palembang – Sebanyak 20 kelurahan di Kota Palembang masuk dalam Program Neighnorhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) 2017 atau program bantuan perbaikan kawasan kumuh.

Kelurahan tersebut yakni, Kelurahan Pulo Kerto, Kemas Rindo, Silaberanti, Plaju Darat, Plaju Ilir, Dua Ulu, Kuto Batu, 11 Ulu, 12 Ulu, 13 Ulu, 14 Ulu, 16 Ulu, Sembilan Ulu, 10 Ulu, Tuan Kentang dan Kelurahan Kebun Bunga.

Asisten Koordinator Kota Palembang Agung Bahari mengungkapkan, program yang digagas oleh pemerintah pusat tersebut disalurkan melalui dinas PU CK & P Kota Palembang kepada LKM di 20 kelurahan.

Menurutnya, program NUSP sudah dimulai sejak 2015 yang disalurkan pada empat kelurahan, kemudian tahun lalu ada 16 kelurahan. “Awalnya empat kelurahan yang mendapatkan bantuan NUSP ini yakni Kelurahan Kemang Agung, Satu Ulu, Karya Jaya dan kelurahan 15 Ulu,” ujarnya, Rabu (8/3).

Tahun ini pagu NUSP untuk 20 kelurahan itu belum diketahui, namun dipastikan anggaran yang diusulkan sama seperti tahun sebelumnya. “Ya kemungkinan tidak jauh beda seperti tahun sebelumnya yakni Rp 500 juta untuk satu kelurahan,” katanya.

Sedangkan Satker NUSP Albert Midianto mengatakan, ada tujuh indikator daerah kawasan kumuh diantaranya rumah rusak karena terbakar, drainase, air bersih serta sanitasi. Melalui program NUSP ini diharapkan dapat mengurangi titik-titik wilayah kumuh. Dimana dari 1.300 hektare kawasan kumuh yang dipetakan untuk Kota Palembang, baru sekitar 10 persen yang tergarap. “Saat ini kita masih menghitung titik-titik kawasan kumuh itu sudah berkurang berapa persen,” katanya.

Menurutnya, untuk anggaran program NUSP ini meningkat setiap tahunnya. Diperkirakan di Tahun 2017 ini anggaran yang dikucurkan untuk bantuan 20 kelurahan di Kota Palembang sebesar Rp 22 miliar. “Tahun 2015 sebesar Rp 2 miliar, Tahun 2016 sebesar Rp 12 miliar,” jelasnya.

Adapun program NUSP di tahun 2017 meliputi infrastruktur, saluran, jalan, kotak sampah dan drainase. Namun teknisnya nanti tergantung dari usulan yang diajukan oleh masyarakat di kelurahan yang menerima bantuan program NUSP ini. “Kebanyakan usulan dari warga untuk pembuatan drainase,” tukasnya. (korankito.com/ria)