Provinsi Sumsel Bersinergi Mendukung Program Sejuta Rumah

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Joko Imam Sentosa pada acara pembukaan rapat koordinasi pemetaan potensi pembangunan rumah TA 2017 dan TA 2018 di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (7/3). (foto/hms)

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan siap bersinergi dalam mendukung program pembangunan sejuta rumah. Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Joko Imam Sentosa pada acara pembukaan rapat koordinasi pemetaan potensi pembangunan rumah TA 2017 dan TA 2018 di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (7/3).

 

Sebelumnya, Pemerintah meluncurkan program pembangunan sejuta rumah pada tanggal 29 April 2015 yang lalu di sembilan Provinsi termasuk di Sumsel.

 

Lanjut Joko, dalam mendukung program pembangunan sejuta rumah, pemerintah telah memberikan berbagai macam fasilitas bantuan pembiayaan perumahan. Diantaranya pemberiaan likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi bunga kredit perumahan (SSB), subsidi bantuan uang muka (SBUM), pembebasan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk rumah sederhana tapak dan rusunami dan pemberian PSU untuk rumah sederhana pajak.

 

Disamping itu juga, Kata Joko, pembangunan perumahan dan permukiman sebagai bagian dari pembangunan nasional perlu ditingkatkan dan dikembangkan secara terpadu, terarah, terencana dan berkesinambungan. “Oleh karena itu, pembangunan perumahan dan pemukiman harus didukung oleh kebijakan pembangunan perumahan yang kuat,”lanjutnya Joko. “Semoga rapat koordinasi ini akan lebih memantapkan kita semua dalam melaksanakan tugas-tugas pembangunan di bidang pembiayaan perumahan,”katanya di hadapan para pengembang.

 

Sementara itu, Direktur Perencanaan Pembiayaan Perumahan Kementrian PUPR RI, Dr Ir Eko D Heripoerwanto mengatakan, program sejuta rumah untuk rakyat sudah dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015 di Semarang. “Bahkan targetnya sampai 1.000.000 unit rumah/tahun,”tuturnya.

 

Selain itu, lanjut Eko, rapat koordinasi pemetaan potensi pembangunan rumah hanya ada sepuluh provinsi terbesar di Indonesia. Diantaranya Provinsi Jawa Barat, Banten, Kalimantan, Riau, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kemudian Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan serta Kalimantan Barat. “Untuk pertama itu Jawa Barat dengan 87.091 Unit, sedangkan Sumsel di urutan ketujuh dengan 11.746 Unit,”pungkasnya. (korankito.com/hms/***)