Jembatan Desa Pauh Anjlok Diterjang Banjir

MURATARA – Jembatan Penghubung Desa Pauh dengan Trans Slok Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) anjlok, akibat diterjang air sugai Rawas dalam yang beberapa hari terahir.

Informasi yang dihimpun, jembatan tersebut putus sudah dua hari térakhir tepatnya Minggu (5/3) sekitar pukul 12.00 WIB.  Jembatan  ini yang menjadi penghubung tiga desa, yakni Desa Pauh, Desa Trans Slok, dan Desa Ketapat Bening. Jembatan tersebut baru dibagun pada tahun 2016 lalu dengan mengunakan Dana Corporate Social Responsibiliti (CSR) oleh PT Surio Agro Persada  (SAP).

Santi (32) warga Desa Pauh ‎Kecamatan Rawas Ilir Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) mengatakan jembatan desa pauh anjlok tergerus sugai Rawas, saat ini tidak bisa dilaui sama sekali.

“Jembatan kami itu penghubung desa Translok dan Desa Ketapat bening, untuk saat ini tidak bisa dilalui sama sekali seperti motor dan mobil, karena rusaknya parah benar,” terangnya.

Ia mengatakan, sudah hampir satu minggu terahir air sugai Rawas meluap yang mengakibatkan desa pauh terendam banjir dan satu jembatan anjlok.

” Sudah seminguan banjir di dusun pauh, nah kalau untuk jembatan itu sebelumnya cuman pingir, pingirnya yang tergerus air, kemarin baru lah anjlok dan tidak bisa dilalui,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Muratara, Abdulrahman Wahid, melalui KUPT Pukesmas Rawas Ilir, Muhammad Syukur mengatakan bahwa ada 11 yang terkena banjir dan satu yang diliburkan.

“11 sekolah terkena dampak banjir tahun ini. Yakni SD 4 Bingin Teluk, SD Mandi Angin, SD Tanjung Raja, SD Belani, SD 1 Batu Kucing, SD 2 Batu Kucing, SD 1 Pauh, SD 2 Pauh, SD 3 Pauh, SD 4 Pauh dan SMP Translok,” kata ia.

Dijelaskan ia, ada satu sekolah yang telah diliburkan selama 3 hari yakni SD 4 Bingin Teluk, karena kedalaman air suda sepinggang orang dewasa. “Tiga hari diliburkan karena tidak bisa aktivitas belajar mengajar hingga hari ini (kemarin-red), dan jika air cepat surut siswa kembali sekolah,” jelasnya.

Terpisah  Camat Rawas Ilir, Suharto membenarkan kondisi tersebut, bahkan pihaknya sudah meninjau lokasi setelah menerima laporan terkait longsornya tanah badan jalan dipangkal jembatan itu.

“Yah kita sudah meninjau kelokasi dan saat ini juga kita akan menuju kelokasi,” terangnya.

Menurut dia, dengan longsornya tanah badan jalan dipangkal jembatan tersebut menyebabkan akses jalan menuju tiga desa yakni terputus sementara.(korankito.com/dhia)