Bisa Dipercaya

Gubernur Sumsel Apresiasi Kerja Keras BNN Provinsi Sumsel

 

Foto/hms

Palembang – Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengapresiasi atas kerja keras Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dalam memerangi narkoba. Hal itu dikatakannya saat menghadiri pisah sambut Kepala BNN Provinsi Sumsel Brigjen Pol Drs M Iswandi Hari SH MSI dan Brigjen Pol Drs Anthoni Hutabarat di Griya Agung Palembang, Senin (6/3).

Narkoba, kata Alex, merupakan musuh besar bangsa ini, kalau tidak segera diatasi maka akan merusak khususnya para generasi muda. “Sebenarnya, narkoba apa yang dikatakan racun itu benar, karena narkoba merusak semuanya,”tuturnya.

Selain itu juga, Alex mengingatkan, bahwa siapa lagi kalau bukan generasi penerus yang nantinya membangun Provinsi ini. Jadi tidak akan ada artinya kalau generasi penerus tersandung dan terkena narkoba. Sebab pemuda dan anak-anak inilah nantinya yang akan melanjutkan pembangunan kedepan.

Berita Sejenis

1500 Ekstasi Diamankan di Dalam Bus AKAP

Butuh Uang, Pengangguran Antarkan Pesanan Sabu

Bandar Sabu Berduel Dengan Polisi

1 daripada 42

“Maka itu jangan sampai pemuda ini terjerumus, dan mari kita bersama-sama memberikan contoh yang baik kepada generasi muda dan anak-anak kita ini,” lanjut Alex

Kemudian orang nomor satu di Sumsel itu menegaskan untuk bersama-sama dan mendukung BNN Provinsi Sumsel dalam melakukan tugas yang sangat berat ini.”Mari bersama-sama untuk ikut membantu dan mendukung dalam memberantas narkoba,”tutupnya.

Foto/hms

Sementara itu, dalam  Sambutannya  Kapala BNN Provinsi Sumsel yang lama, Brigjen Pol Drs M Iswandi Hari mengucapkan terimakasih yang telah membantu BNN selama ini dalam mengatasi narkoba.
“Saya sangat berterimakasih kepada seluruh instansi yang sudah membantu saya dalam menjalankan tugas untuk memberantas narkoba,”ungkapnya.  

Lanjutnya, menurut data dari nasional bahwa pengguna narkoba di Sumsel menurun. “Saya laporkan dari 34 Provinsi yang ada di Indonesia, saat ini posisi Provinsi Sumsel diperingkat ke 21 dan alhamdulillah tidak termasuk 11 provinsi yang rawan narkoba,”terangnya.

Diantara provinsi yang rawan narkoba masuk diperingkat 11 yaitu, Provinsi DKI Jakarta, Kalimantan Timur (Kaltim), Medan, Bandung, Jawa Timur dan Bali. “Jadi kita bersyukur Provinsi Sumsel tidak termasuk posisi yang rawan narkoba,”katanya.

Kemudian, Kepala BNN Provinsi Sumsel yang baru, Anthoni Hutabarat mengharapkan, didalam menjalankan tugasnya tidak terlepas dari dukungan dan bimbingan serta arahan dari semua pihak.”Saya kurang tahu betul wilayah Sumsel, maka saya harap dukungan dan bantuannya,” pungkasnya.  (korankito.com/hms/***)