Disperindag Incar Saus dan Kecap Tanpa Jaminan Kesehatan

 

Lubuklinggau – Adanya isu peredaran kecap dan saus bernomor register fiktif asal Tangerang mulai merebak di Kota Lubuklinggau. Kecap dan saus kemasan plastik bening tersebut dididuga banyak beredar di Kota Lubuklinggau terutama di warung-warung bakso, mie ayam dan siomay.

Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Lubuklinggau, M Hidayat Zaini,kemarin (7/3) mengatakan telah menginstruksikan petugas untuk mengawasi dan terjun langsung kelapangan memantau peredaran saus dan kecap tersebut disejumlah pasar tradisional dan distributor.

“Saya sudah perintahkan bidang pengawasan untuk segera turun ke pasar memantau peredarannya, jangan sampai ada saus dan kecap ilegal yang beredar di Lubuklinggau, karena itu sangat berbahaya bagi masyarakat kita,”tegasnya.

Dijelaskan Dayat, BPOM menemukan saus dan kecap tanpa izin edar atau bernomor register fiktif untuk 37 merk saus dan kecap diantaranya sambal pedas, sambal SAB, sambal SMB, dan kecap benteng cap topi.

Terpisah, Kasi pengawasan Disperindagsar Lubuklinggau Zon Maryono saat dikonfirmasi menerangkan saat ini tengah berkoordinasi dengan Dinkes dan Pol PP untuk melakukan pengawasan dan pemantauan ke pasar-pasar.

“Kita akan turun kepasar inpres dan tempat lainnya untuk mengecek apakah ada beredar atau tidak, termasuk warung bakso kita cek juga nanti,”kata Zon.

Menurut Zon, selama ini memang sering ditemukan saus dan kecap kemasan plastik bening dipasaran dan di warung bakso, namun baru mengetahui kalau ada produk seperti itu yang tidak memiliki izin edar BPOM.

“Yang sering saya lihat itu kemasan besar,kemudian ada yang kecil juga, saus dan kecap, tapi kita akan segera turun kelapangan mengecekknya apakah sama dengan yang ilegal atau berbeda,”kata Zon.(korankito.com/dhia)