Dishub Buka Peluang Investasi Pengadaan Bus Bagi Investor

Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan

Palembang  –  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang akan mengadakan bus-bus baru yang akan menggantikan bus yang ada saat ini. Pasalnya pada pertengahan tahun 2018 mendatang, sekitar 50 bus yang masih beroperasi ini, akan habis masa trayeknya, dan tidak akan diperpanjang.

“Ini juga dalam rangka menjelang Asian Gamea 2018. Jadi kita masih menunggu pihak ketiga melalui Organda (Organisasi Pengusaha Angkutan Darat), untuk mengadakan bus-bus baru ini,” ujar Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan, Senin (6/3)

Kurniawan menjelaskan bus-bus yang nantinya akan di operasikan ini harus memiliki air conditioner (AC), sehingga membuat nyaman masyarakat kota Palembang layaknya seperti Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi.

“Penumpang kan jadinya lebih nyaman kalau dibuat layak nya seperti transmusi,” katanya.

Kurniawanpun menegaskan, pihaknya membuka kesempatan bagi pihak swasta yang ingin melakukan pengadaan bus ini. Bus yang akan beroperasi haruslah bus-bus yang baru dan tak boleh yang telah direkondisi maupun direnovasi.

“Jadi harus baru, kalau tidak baru tidak kita ijinkan. bus-bus inikan selayaknya 10 tahun beroperasi harus dilakukan peremajaan, jangan seperti bus-bus yang sekarang ini, banyak tidak layak jalan. Ketika berjalan saja sudah miring-miring. Itukan membahayakan,” tegasnya.

Kurniawan mempersilahkan pihak swasta untuk berinvestasi, tidak demikian dengan angkutan kota (angkot). Menurut Kurniawan, untuk saat ini belum ada rencana untuk melakukan penambahan angkot, dan hanya melakukan peremajaan kendaraan.

“Jadi angkot-angkot yang sudah tidak layak jalan itu, diganti dengan yang baru, tapi trayeknya tetap yang lama. Sudah banyak angkot yang melakukan peremajaan, namun untuk penambahan belum ada,” tegasnya.

Disinggung mengenai beberapa angkot yang masa trayeknya telah habis namun tetap beroperasi. Kurniawan mengaku akan menindak tegas mobil angkot gelap ini.

“Jadi kalau angkot yang trayeknya habis ini, harus diubah menjadi kendaraan plat hitam. Jika dia masih tetap beroperasi ya bakal kita tindak tegas tegas, kita kandangkan. Boleh dikeluarkan, jika sudah diubah menjadi plat hitam. Itu terjadi di beberapa trayek ya seperti Kertapati-Ampera, dan Way Hitam, sudah kita tindak,” ungkapnya.

Tak hanya masalah kendaraan operasionalnya. Kurniawanpun juga turut memperhatikan sejumlah sarana pendukung bus, seperti halte. Menurutnya, ada anggaran khusus untuk melakukan perbaikan serta perawatan halte di kota Palembang yang jumlahnya sekitar 200 halte tersebut.

“Ada 200 halte yang kita kelola, termasuk halte portabel ya. Kita selalu bersihkan itu, semuanya dalam kondisi aman. Ada kemarin halte yang rusak di Jalan R Sukamto, yang atapnya roboh karena ditabrak fuso, namun itu sudah kita perbaiki,” tukasnya. (korankito.com/ria)